Industri Sapi Potong Perlu Fokus pada Hasil Daging Merah

Dulu industri sapi potong hanya mengejar bobot besar. Kini, para ahli sepakat: yang lebih penting adalah hasil daging merah yang bisa dijual.

Kenapa Peternak Harus Mulai Mengubah Cara Pandang?

Selama bertahun-tahun, peternak sapi potong di Indonesia (dan dunia) fokus pada dressing percentage atau persentase bobot karkas. Artinya, makin berat sapi, makin bagus.

Namun kini para ahli daging dan peternakan mulai menyadari bahwa bobot bukan segalanya. Yang terpenting adalah berapa banyak daging merah yang bisa dijual dari satu ekor sapi.

Apa Itu Daging Merah (Red Meat Yield)?

Daging merah adalah bagian dari sapi yang benar-benar bisa dijual ke pasar: seperti daging dari bagian iga, pinggang, paha, dan punggung. Lemak, tulang, dan organ dalam tidak dihitung. Sayangnya, banyak sistem grading (penilaian kualitas) hanya menghitung bobot karkas, bukan seberapa besar yield daging merah.

Apa Masalah yang Terjadi Saat Ini?

Menurut James Henderson, anggota National Cattlemen’s Beef Association (NCBA), sistem grading lama tidak bisa mengukur seberapa besar daging merah yang bisa dijual. Ini merugikan peternak, karena:

Peternak tidak tahu jenis sapi mana yang benar-benar menguntungkan.

Banyak sapi gemuk ternyata hasil daging merahnya rendah.

Lemak bagian ginjal dan jantung (KPH) membuat data tidak akurat.

Peternak sulit mengambil keputusan dalam pemilihan bibit dan pakan.

Solusi: Teknologi dan Pemilihan Genetik

Beberapa teknologi modern seperti 3D imaging dan radar scanning mulai digunakan di Amerika untuk memprediksi hasil daging merah sejak sapi masih hidup.

Selain itu, sistem seleksi genetik untuk memilih bibit sapi unggul juga mulai mempertimbangkan potensi hasil daging, bukan hanya bobot badan.

Peluang untuk Peternak Indonesia

Indonesia bisa belajar dari tren ini. Jika peternak hanya fokus pada bobot, tapi hasil dagingnya sedikit, maka margin keuntungan akan tipis.

Saat ini, sebagian besar jagal di Indonesia belum melakukan penilaian yield dengan akurat. Namun, jika Anda sebagai peternak bisa mulai memilih sapi yang marbling-nya bagus dan hasil dagingnya tinggi, maka akan mendapat harga premium dari jagal atau pasar.

Pelatihan Bisnis Sapi Potong di Sapi Bagus Academy

Ingin belajar cara memilih bibit sapi unggul, manajemen penggemukan yang efisien, dan strategi menjual ke jagal?
Gabung di Pelatihan Bisnis Sapi Potong di Sapi Bagus Academy.

Belajar langsung dari mentor berpengalaman.

Cocok untuk pemula maupun yang sudah punya peternakan.

Materi disusun lengkap: bibit, pakan, kandang, kesehatan, hingga pemasaran.

Hubungi WA: 0821-1902-7681
Atau kunjungi Instagram: @sapibagus.official

Bagikan: