Jakarta, 25 Juni 2025 – Harga sapi feeder (sapi bakalan) dari Australia kembali melonjak. Berdasarkan data Beef Central per 23 Juni 2025, harga rata-rata nasional mencapai 397,81 sen Australia per kilogram, atau sekitar Rp 42.180/kg dengan kurs AUD 1 = Rp 10.591.
Kenaikan tertinggi terjadi di South Australia dengan harga 426,38 sen/kg atau Rp 45.160/kg, sedangkan harga terendah tercatat di Western Australia sebesar 332,32 sen/kg atau Rp 35.210/kg.
Tabel Harga Sapi Feeder Australia (Konversi ke Rupiah)
| Wilayah / Indikator | Harga (¢AUD/kg) | Harga (Rp/kg) |
|---|---|---|
| Rata-rata Nasional | 397,81 | Rp 42.180 |
| 400kg+ Nasional | 402,80 | Rp 42.670 |
| 400kg+ Queensland | 369,00 | Rp 39.070 |
| 400kg+ New South Wales | 415,69 | Rp 44.030 |
| 400kg+ Victoria | 404,83 | Rp 42.880 |
| 400kg+ South Australia (tertinggi) | 426,38 | Rp 45.160 |
| 400kg+ Western Australia (terendah) | 332,32 | Rp 35.210 |
Kurs 1 AUD = Rp 10.591 per 25 Juni 2025
Mengapa Harga Sapi Feeder Naik?
- Kelangkaan Pasokan: Sapi berbobot 400 kg sulit ditemukan, sehingga banyak feedlotter membeli sapi yang lebih ringan, sekitar 300 kg.
- Permintaan Ekspor Tinggi: Permintaan dari AS dan Tiongkok, khususnya untuk sapi Angus, membuat harga makin terdorong. Sapi Angus bahkan memiliki selisih harga hingga 80 sen/kg lebih tinggi dari crossbred biasa.
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Indonesia sebagai salah satu pengimpor sapi hidup terbesar dari Australia terkena dampak langsung dari lonjakan harga ini.
1. Biaya Impor Naik
Harga FOB naik, ditambah bea masuk dan ongkos kirim, membuat harga pokok sapi bakalan meningkat signifikan.
2. Harga Daging Lokal Bisa Naik
Pelaku feedlot akan menyesuaikan harga jual ke pasar, yang pada akhirnya bisa menaikkan harga daging bagi konsumen.
3. Persaingan Importir Makin Ketat
Importir besar bisa lebih bertahan dari tekanan harga dibanding pemain kecil, sehingga terjadi potensi pengurangan jumlah pelaku di rantai pasok.
4. Peluang untuk Peternak Lokal
Sapi lokal bisa menjadi alternatif kompetitif jika kualitas dan efisiensi ditingkatkan. Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat posisi sapi lokal.
Kesimpulan
Lonjakan harga sapi feeder Australia di tahun 2025 harus menjadi sinyal bagi Indonesia untuk meningkatkan kemandirian sektor peternakan. Diperlukan strategi jangka panjang seperti:
- Peningkatan populasi dan kualitas sapi lokal
- Efisiensi sistem penggemukan
- Investasi peternakan skala besar maupun menengah
Ingin Belajar Bisnis Penggemukan Sapi? Klik Disini
Bergabunglah di Sapi Bagus Academy untuk pelatihan intensif seputar bisnis sapi dari hulu ke hilir.
📲 Info & Pendaftaran via WhatsApp: 0821-1902-7681
🌐 Website: sapibagus.com

