Rata-Rata Lama Penggemukan Sapi Tembus 164 Hari: Apa Penyebabnya?

Sapi Wagyu jadi penyumbang terbesar meningkatnya durasi penggemukan sapi di feedlot Australia. Apa pelajaran yang bisa kita ambil untuk peternakan di Indonesia?

Penggemukan sapi di Australia mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah meningkatnya rata-rata lama penggemukan (Days on Feed/DOF) yang kini tembus 164 hari. Padahal, pada periode 2000–2017, rata-rata penggemukan hanya berkisar antara 108–129 hari saja.

Apa yang menyebabkan peningkatan ini? Mari kita telusuri.

1. Jumlah Sapi di Feedlot Naik Drastis

Data dari Australian Lot Feeders Association (ALFA) dan Meat & Livestock Australia (MLA) menunjukkan bahwa jumlah sapi di feedlot meningkat tajam dari sekitar 623 ribu ekor di awal 2000-an menjadi 1,45 juta ekor pada akhir 2024. Namun, jumlah sapi yang dipotong tidak naik secepat itu—hanya dari 1,9 juta menjadi 3,1 juta ekor per tahun.

Artinya: sapi yang masuk ke feedlot kini dibiarkan lebih lama sebelum dipotong.

  1. Rasio Perputaran Sapi Menurun

Biasanya, sapi-sapi di feedlot mengalami perputaran 2,9–3,4 kali per tahun. Namun sejak 2017, angka itu terus turun. Pada 2023, perputaran hanya 2,1 kali per tahun. Ini menunjukkan bahwa sapi ditahan semakin lama dalam sistem penggemukan.

  1. Pengaruh Sapi Wagyu dan Angus Long-fed

Salah satu faktor utama dari meningkatnya lama penggemukan adalah meningkatnya populasi sapi Wagyu, terutama jenis silangan F1, yang memang membutuhkan waktu penggemukan lebih panjang untuk menghasilkan kualitas daging premium.

Selain Wagyu, banyak juga program penggemukan Angus long-fed, walaupun biasanya masih di bawah 300 hari (sekitar 270 hari). Namun tetap saja, jenis-jenis ini menyumbang pada meningkatnya rata-rata DOF nasional.

  1. Rata-Rata Lama Penggemukan Terus Naik

Tahun 2000–2017: Rata-rata DOF 118 hari

Tahun 2023: Tertinggi sepanjang sejarah: 172 hari

Tahun 2024: Sedikit turun, namun tetap tinggi: 164 hari

Apa Implikasinya Bagi Peternak Indonesia?

Fenomena ini memberikan pelajaran penting bagi peternak sapi di Indonesia, khususnya bagi yang ingin mengembangkan usaha penggemukan:

Pemilihan jenis sapi sangat berpengaruh pada durasi dan efisiensi penggemukan.

Strategi pemasaran dan waktu panen (misal: menjelang Idul Adha) harus disesuaikan dengan waktu penggemukan.

Perlu perhitungan cermat antara biaya pakan dan lama pemeliharaan.

Ingin Belajar Cara Menghitung dan Menjalankan Bisnis Penggemukan Sapi?

Gabung di Pelatihan Bisnis Sapi dari Sapi Bagus Academy. Pelatihan ini cocok untuk pemula maupun peternak aktif yang ingin meningkatkan skala usaha dan keuntungannya.

Hubungi kami via WhatsApp:
0821-1902-7681
Atau kunjungi Instagram kami di @sapibagus.official

Bagikan: