Oleh Calvin Coffee – 21 Agustus 2025
Apa yang Terjadi?
Harga daging sapi di tingkat ritel kini melambung hingga US$ 9,26 per pon, mencatatkan rekor baru. Banyak konsumen mungkin menyalahkan inflasi atau biaya tenaga kerja, namun menurut para ahli dan peternak, penyebab utamanya adalah kekeringan parah.
Dampak Kekeringan yang Berkepanjangan
“Yang paling utama adalah pasokan … dan itu sangat dipengaruhi oleh kekeringan bertahun-tahun.”— Bruce Waugh, peternak di Cannon Valley Ranch, Minnesota
Cuaca panas dan kering yang berlangsung lama di beberapa negara bagian penghasil sapi utama di AS telah menyusutkan lahan padang rumput. Hal ini membuat pemeliharaan sapi semakin sulit dan mahal—berimbas pada seluruh rantai pasok daging.
Harga anak sapi juga mencapai rekor tinggi, sementara biaya pakan dan operasional terus meroket. Banyak peternak kini kesulitan tetap bertahan secara finansial meski harga jual tinggi.
“Kami selalu khawatir: seberapa tinggi lagi konsumen bisa membayar?” — Bruce Waugh
Mengapa Kekurangan Pasokan Menjadi Masalah Jangka Panjang?
Krisis ini lebih dari sekadar tagihan belanja yang melonjak. Dengan masa kehamilan sapi selama sembilan bulan dan proses pemulihan populasi ternak yang memakan waktu bertahun-tahun, dampaknya bisa bertahan lama.
Kekeringan juga mengancam sistem pangan lainnya: produksi tanaman, buah, dan susu (dairy) ikut terpukul akibat tanah kering dan kekurangan sumber daya air. Semua ini memperburuk ketersediaan dan keterjangkauan pangan global.
Upaya Penanggulangan-Alternatif
- Memberi pakan utama dari rumput laut untuk mengurangi emisi metana.
- Menggunakan tanaman willow dalam ransum untuk menekan amonia dan nitrous oxide.
- Mengembangkan fasilitas yang menangkap metana dari sendawa sapi.
Ringkasan Dampak
| Masalah | Dampak yang Terjadi |
|---|---|
| Kekeringan berkepanjangan | Menyusutkan pasokan daging sapi |
| Harga tinggi | Anak sapi & pakan mahal, margin peternak menyempit |
| Waktu pemulihan lama | Reproduksi ternak memakan waktu bertahun-tahun |
| Ancaman pangan luas | Tanaman pangan & susu juga terdampak, ketersediaan terganggu |
Fenomena harga daging sapi yang terus naik ini bukan hanya soal inflasi atau biaya, tapi merupakan sinyal bahwa kekeringan ekstrem telah mengganggu keseimbangan rantai pangan global. Solusinya membutuhkan inovasi ilmiah dan kebijakan adaptatif.

