Live Cattle Growth Plan 2035 menargetkan perdagangan sapi hidup Australia semakin kuat, efisien, dan berkelanjutan
Industri sapi Australia mengambil langkah strategis untuk memastikan perdagangan sapi hidup (live cattle export) tetap menjadi salah satu sektor penting hingga 2035.
Melalui Live Cattle Growth Plan, seluruh pelaku utama industri sapi Australia bersatu menyusun peta jalan 10 tahun yang mencakup pertumbuhan pasar, kepastian regulasi, investasi, kesejahteraan hewan, serta penguatan hubungan dagang.
Yang menarik bagi Indonesia adalah pernyataan langsung dari Australian Livestock Exporters’ Council (ALEC) bahwa:
Indonesia tetap menjadi bagian penting dari masa depan perdagangan sapi Australia.
Berita ini dilaporkan Beef Central pada 18 Agustus 2026 berdasarkan informasi dari ALEC, LiveCorp, Cattle Australia dan Australian Dairy Farmers.
1. Australia Tidak Sekadar Menjual Sapi, tetapi Membangun Industri 10 Tahun ke Depan
Australia menyadari bahwa perdagangan sapi hidup membutuhkan kepastian jangka panjang.
Karena itu, industri menetapkan lima sasaran utama sampai 2035:
- Meningkatkan dukungan pemerintah dan masyarakat
- Menciptakan regulasi yang stabil dan pasti
- Mendorong investasi dan pertumbuhan komersial
- Meningkatkan kepercayaan pelaku industri
- Membangun keberlanjutan jangka panjang
Artinya, Australia tidak hanya berpikir:
“Berapa ekor sapi yang bisa diekspor tahun ini?”
Tetapi:
“Bagaimana membangun ekosistem perdagangan sapi yang kuat sampai 2035?”
Ini merupakan pola berpikir yang sangat penting untuk Indonesia.
2. Indonesia Disebut Secara Khusus
Ketua ALEC Dr Chris Back menyatakan bahwa Indonesia tetap menjadi bagian penting dari visi perdagangan sapi Australia.
Hubungan Indonesia-Australia dalam perdagangan sapi sudah berlangsung selama puluhan tahun.
3. Indonesia Harus Melihat Australia sebagai Mitra Industri
Selama ini hubungan sapi Indonesia-Australia sering dilihat dari perspektif:
Indonesia membutuhkan sapi → Australia menyediakan sapi.
Padahal ke depan hubungan tersebut bisa dibuat jauh lebih strategis.
Indonesia dapat memperoleh:
- Genetik
- Pengembangan breeding dan kualitas sapi.
- Teknologi
- Teknologi pakan, kesehatan, identifikasi dan manajemen ternak.
- Pengetahuan
- Sistem produksi sapi komersial.
- Investasi
- Kemitraan perusahaan Australia dengan perusahaan Indonesia.
- Pendidikan
- Pelatihan peternak dan tenaga profesional.
Dengan demikian Indonesia tidak hanya menjadi pasar sapi Australia, tetapi juga menjadi mitra pengembangan industri sapi regional.
4. Mengapa Australia Berani Membuat Target Sampai 2035?
Karena bisnis peternakan membutuhkan waktu panjang.
Peternak harus berinvestasi dalam:
breeding;
lahan;
padang rumput;
kandang;
feedlot;
kapal;
fasilitas kesehatan;
transportasi;
teknologi;
SDM.
Investasi tersebut tidak bisa direncanakan hanya untuk satu atau dua tahun.
Karena itu industri membutuhkan kepastian kebijakan.
Pelajaran untuk Indonesia:
Jika ingin investasi peternakan tumbuh, pelaku usaha membutuhkan kepastian mengenai:
impor → kuota → regulasi → kesehatan hewan → transportasi → pasar → harga → pembiayaan.
5. Live Export Menjadi Bagian dari Ekosistem Sapi
Salah satu pesan penting dari rencana Australia adalah bahwa ekspor sapi hidup bukan industri yang berdiri sendiri.
Ia terhubung dengan seluruh rantai industri:
Peternak → breeder → backgrounding → feedlot → eksportir → transportasi → pelabuhan → importir → feedlot → RPH → distributor → konsumen
Jika salah satu bagian terganggu, seluruh rantai ikut terkena dampak.
Karena itu Australia ingin membangun integrated supply chain.
6. Apa Dampaknya bagi Feedlot Indonesia?
Ini bagian yang sangat penting bagi pelaku feedlot.
Jika Australia berhasil menjalankan rencana pertumbuhan 10 tahun, kemungkinan akan semakin banyak perhatian diberikan pada:
produktivitas sapi;
efisiensi logistik;
kesehatan hewan;
kualitas bakalan;
animal welfare;
traceability;
efisiensi pakan;
teknologi feedlot.
Artinya, feedlot Indonesia harus bersiap menghadapi bisnis yang semakin profesional.
Feedlot masa depan tidak cukup hanya membeli sapi dan memberi pakan.
Harus mampu menghitung:
HPP/kg → ADG → FCR → mortalitas → lama pemeliharaan → biaya modal → harga jual → margin.
7. Ini Juga Peluang bagi Sapi Sumba dan NTT
Bagi Indonesia, pengembangan perdagangan sapi Australia juga memberikan pelajaran untuk daerah seperti Sumba dan Kupang.
Indonesia tidak harus bergantung hanya pada sapi impor.
Kita dapat mengembangkan:
Sistem pembibitan dan penggemukan berbasis padang penggembalaan.
Contohnya:
Sumba → breeding/backgrounding
↓
NTT → penggemukan awal
↓
Jawa → feedlot/fattening
↓
RPH → pasar daging
Dengan sistem tersebut, sapi lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok nasional.
8. Australia Mengajarkan Pentingnya Hubungan Dagang Jangka Panjang
Australia menekankan bahwa hubungan dengan Indonesia telah berlangsung selama puluhan tahun.
Ini memberikan pelajaran:
Pasar sapi tidak boleh dibangun berdasarkan transaksi sesaat.
Importir, feedlot, eksportir dan peternak harus membangun hubungan jangka panjang.
Misalnya:
Kontrak 1 tahun → 3 tahun → 5 tahun
dengan kesepakatan mengenai:
volume;
spesifikasi sapi;
standar kesehatan;
berat;
harga;
jadwal pengiriman.
Dengan demikian risiko bisnis menjadi lebih terukur.
9. Industri Sapi Harus Berani Berinvestasi pada R&D
Menurut LiveCorp, investasi penelitian selama bertahun-tahun telah menghasilkan peningkatan pada:
animal welfare;
kesehatan hewan;
performa rantai pasok;
pemahaman terhadap faktor keberhasilan perdagangan.
Ini pelajaran penting.
Peternakan Indonesia juga perlu meningkatkan investasi pada:
Research & Development (R&D).
Misalnya penelitian:
pakan lokal;
ADG sapi lokal;
sapi BX;
sapi Sumba Ongole;
efisiensi feedlot;
sistem padang penggembalaan;
transportasi sapi;
kesehatan ternak;
teknologi monitoring sapi.
10. Masa Depan Peternakan Bukan Hanya “Tambah Sapi”
Australia menunjukkan bahwa pertumbuhan industri tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan jumlah sapi.
Pertumbuhan harus dibangun melalui:
5P
- Production
Produksi sapi meningkat. - Productivity
ADG dan efisiensi meningkat. - Partnership
Hubungan antar pelaku diperkuat. - Policy
Regulasi memberikan kepastian. - People
SDM dan peternak semakin profesional.
11. Apa yang Bisa Dilakukan Peternak Indonesia Sekarang?
Menurut Tim Media Sapi Bagus, ada 7 hal yang perlu mulai dilakukan.
- Belajar menghitung HPP sapi
Jangan hanya mengetahui harga beli sapi.
Ketahui:
HPP/kg bobot hidup.
- Ukur ADG setiap sapi
Sapi harus ditimbang secara berkala.
- Kuasai ilmu pakan
Pakan merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam penggemukan.
- Bangun database sapi
Setiap sapi memiliki:
- IDbobot
- asal
- umur
- kesehatan
- konsumsi pakan
- ADG
- harga beli
- HPP
- harga jual.
- Bangun kemitraan
Peternak tidak harus bekerja sendiri.
- Gunakan teknologi
Digitalisasi pencatatan akan semakin penting.
- Berpikir jangka panjang
Peternakan bukan bisnis satu musim.
Pelajaran Terbesar dari Australia
Australia sedang menyusun rencana industri sapi untuk 10 tahun ke depan. Indonesia juga perlu mulai berpikir dengan horizon yang sama.
Bukan hanya:
“Berapa sapi yang kita jual tahun ini?”
Tetapi:
“Seperti apa industri sapi Indonesia pada 2035?”
Apakah Indonesia akan tetap menjadi negara yang mengimpor sapi dan daging?
Atau kita mampu menjadi negara yang:
memiliki breeding kuat + padang penggembalaan produktif + feedlot efisien + industri pakan + RPH modern + rantai dingin + pasar yang kuat?
Live Cattle Growth Plan 2035 Australia harus menjadi bahan pembelajaran bagi industri sapi Indonesia. Australia menunjukkan bahwa industri sapi yang kuat dibangun melalui visi jangka panjang, kepastian regulasi, investasi, riset, kemitraan, kesejahteraan hewan dan hubungan dagang yang kuat.
Yang paling menarik:
Indonesia disebut secara khusus sebagai mitra strategis dalam visi perdagangan sapi Australia hingga 2035. Ini berarti Indonesia bukan hanya pasar. Indonesia adalah bagian penting dari masa depan industri sapi Australia. Pertanyaannya sekarang adalah:
Apakah Indonesia akan hanya menjadi pembeli sapi Australia, atau mulai membangun industri sapi nasional yang kuat sehingga hubungan Indonesia–Australia menjadi kemitraan dua arah?
👉 Ikuti SapiBagus Academy Angkatan 70 (3-4 September)
Pelatihan ini membantu pemula memahami bisnis sapi lokal & impor dari nol, mulai dari pemilihan bibit, teknik penggemukan, hingga strategi agar cepat untung.
🔥 Jangan belajar sendiri dan berisiko rugi—belajar langsung dari praktisi dan mulai bisnis sapi dengan lebih percaya diri.
Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam bisnis sapi potong dan sapi impor bersama Sapibagus Academy. Jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk membangun usaha peternakan yang lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan.
Jangan tunda kesempatan berharga ini 🤝
Segera bergabung dan belajar bersama Sapibagus Academy dengan cara:
📞 Hubungi kami:
SASA: 0821-1902-7681
DIAN: 0811-980-221
📲 Instagram: @sapibagusacademy
🌐 Website: klik disini
📺 YouTube: SBA Channel
Mari kembangkan skill, perluas jaringan, dan tingkatkan peluang sukses Anda di dunia peternakan bersama Sapibagus Academy — Belajar Lebih Tepat, Bisnis Lebih Hebat.

