Penelitian Emisi Metana Sapi Angus Picu Kontroversi Peternak

Penelitian Emisi Metana Sapi Angus Picu Kontroversi Peternak

Oleh Jennifer Carrico – Senior Editor Peternakan | 31 Juli 2025

Sapi Angus sedang digembalakan di padang rumput terbuka

Angus Genetics Inc. (AGI) menerima dana sebesar $4,85 juta (sekitar Rp78 miliar) dari Bezos Earth Fund melalui Global Methane Hub untuk membiayai penelitian internasional mengenai emisi metana dari sapi yang digembalakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efisiensi makan ternak melalui pendekatan genetika.

Tujuan Penelitian

Penelitian lima tahun ini akan dilakukan di lima negara—Amerika Serikat, Australia, Irlandia, Selandia Baru, dan Inggris. Fokus utama adalah mengukur perbedaan emisi metana dari sapi penggembalaan dan bagaimana genetik memengaruhi efisiensi energi, performa hidup, dan kualitas daging.

CEO American Angus Association, Mark McCully, menjelaskan bahwa proyek ini akan menghasilkan lebih dari 10.000 data fenotipe dan genotipe terkait metana.

Dana dan Sumber Kontroversi

Beberapa peternak Angus, seperti Chris Earl dan Brian Palmer, menyatakan kekhawatiran mengenai sumber dana, terutama karena Jeff Bezos juga berinvestasi dalam daging sintetis dan vaksin pengurang emisi. Mereka khawatir riset ini dapat mengarah ke pengurangan populasi sapi, pajak karbon, atau pembatasan baru bagi peternak.

Palmer menambahkan: “Kami tidak terima jika sapi dianggap sebagai penyebab masalah lingkungan.”

Pengumpulan Data dan Teknologi

Dana sebagian besar akan digunakan untuk membangun alat pengukur emisi metana seperti GreenFeed System dan Portable Accumulation Chambers. Alat ini akan mengukur gas yang keluar dari mulut dan hidung sapi saat mereka makan, karena sekitar 94–97% metana keluar dari bagian depan sapi.

Rata-rata seekor sapi betina seberat 590 kg menghasilkan 210–240 gram metana per hari, sementara sapi penggemukan di feedlot menghasilkan sekitar 120 gram/hari.

Profesor Logan Thompson dari Kansas State University menjelaskan bahwa meski sapi menghasilkan metana, mereka juga berperan dalam menjaga ekosistem padang rumput dan penyediaan air.

Pro dan Kontra Internal

Anggota Dewan AAA, John Dickinson, membela proyek ini sebagai cara untuk mengisi kekosongan riset yang sebelumnya dilakukan oleh universitas.

“Sapi harus lebih efisien karena populasi ternak menyusut, tapi permintaan daging meningkat,” ujarnya.

Namun, banyak peternak merasa kurangnya komunikasi dan transparansi dari asosiasi. Mereka menuntut keterlibatan lebih dalam keputusan strategis seperti ini.

Distribusi Dana

Dana riset akan disalurkan oleh Angus Foundation, dengan potongan administrasi 3% yang akan digunakan untuk beasiswa, program anak muda, dan edukasi. AGI menegaskan bahwa pihak pemberi dana tidak memiliki wewenang untuk mengubah arah penelitian.

Pelatihan Bisnis Sapi Ingin memahami lebih dalam soal pengelolaan sapi potong dan strategi bisnis sapi?
📲 Daftar pelatihan di Sapi Bagus Academy via WhatsApp: 0821-1902-7681

Sumber artikel asli: Jennifer Carrico, DTN

Bagikan: