Aksi Vaksinasi Massal di Jawa Tengah: Upaya Cegah Wabah PMK pada Ternak

Vaksinasi PMK di Jawa Tengah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan program vaksinasi massal PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada tahun 2025. Program ini menargetkan satu juta ekor hewan ternak seperti sapi, kambing, dan kerbau yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Langkah ini diambil untuk mencegah penularan kembali wabah PMK yang sempat melanda Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya dan menimbulkan kerugian besar bagi para peternak.


🧬 Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)?

PMK (Foot and Mouth Disease) adalah penyakit menular pada hewan berkuku genap, seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Virus ini menyebabkan luka pada mulut dan kuku ternak, sehingga hewan sulit makan dan berjalan.

Meskipun tidak menular ke manusia, PMK sangat berbahaya bagi sektor peternakan karena dapat menurunkan produktivitas susu, daging, serta menyebabkan kematian pada ternak muda.


🎯 Target dan Capaian Vaksinasi PMK 2025

Menurut laporan dari Detik News, hingga akhir September 2025, tercatat sudah lebih dari 284.000 ekor ternak yang berhasil divaksin di wilayah Jawa Tengah.

Kabupaten seperti Boyolali, Klaten, Grobogan, dan Blora menjadi fokus utama pelaksanaan karena merupakan sentra sapi potong dan perah di provinsi tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Jateng menegaskan bahwa vaksinasi ini bukan hanya untuk melindungi ternak, tetapi juga untuk menjaga stabilitas ekonomi peternak dan pasokan pangan nasional menjelang akhir tahun.


🧑‍🌾 Manfaat Langsung bagi Peternak

Program vaksinasi PMK membawa sejumlah manfaat penting:

  1. Menurunkan risiko infeksi dan kematian ternak.
  2. Meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk ternak Jawa Tengah.
  3. Menekan kerugian ekonomi akibat wabah yang bisa mencapai miliaran rupiah.
  4. Mendukung swasembada daging dan susu nasional.

Selain vaksinasi, pemerintah juga mendorong penerapan biosekuriti di kandang, seperti desinfeksi rutin, pembatasan lalu lintas hewan, dan pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala.


🔍 Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Multi-Pihak

Kegiatan vaksinasi massal ini melibatkan ribuan petugas kesehatan hewan, TNI/Polri, mahasiswa peternakan, dan relawan. Pemerintah pusat juga menyalurkan jutaan dosis vaksin PMK ke daerah-daerah prioritas, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB.

Kementan berharap program ini dapat selesai sebelum akhir tahun 2025 sehingga seluruh populasi ternak di Jateng memiliki herd immunity (kekebalan kelompok) yang kuat.


📈 Dampak Ekonomi dan Sosial

Wabah PMK tahun sebelumnya sempat menyebabkan:

  • Penurunan harga sapi hingga 30%.
  • Gangguan distribusi hewan kurban.
  • Kerugian ekonomi nasional mencapai triliunan rupiah.

Melalui vaksinasi massal, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan kesejahteraan peternak dapat meningkat kembali.


🗣️ Edukasi dan Sosialisasi kepada Peternak

Selain vaksinasi, Pemprov Jateng aktif melakukan sosialisasi tentang PMK di tingkat desa dan kelompok ternak. Peternak diberikan pelatihan tentang:

  • Cara mengenali gejala awal PMK.
  • Penanganan darurat jika ada ternak terinfeksi.
  • Penggunaan obat dan vitamin yang aman.

Program ini menunjukkan bahwa edukasi dan vaksinasi harus berjalan beriringan agar pengendalian penyakit ternak lebih efektif.


📚 Kesimpulan

Aksi vaksinasi massal PMK di Jawa Tengah merupakan langkah strategis untuk melindungi hewan ternak, meningkatkan ketahanan pangan, dan menjaga kestabilan ekonomi peternak. Dengan kolaborasi lintas sektor dan kesadaran peternak yang tinggi, Jawa Tengah diharapkan bisa menjadi provinsi bebas PMK pada tahun 2026.

Bagikan: