Tragedi Sapi Wagyu Mati Kehausan di Peternakan Mewah

Puluhan Sapi Mati Karena Kehabisan Air

Sebuah kejadian tragis terjadi di Queensland, Australia. Sekitar 140 ekor sapi wagyu, terdiri dari 100 indukan dan 40 anak sapi, ditemukan mati kehausan di peternakan milik Australian Agricultural Company (AACo). AACo adalah salah satu perusahaan penghasil daging wagyu premium yang terkenal dengan standar kesejahteraan hewan yang tinggi.

Menurut laporan dari ABC News Australia dan Beef Central, penyebab utama kematian ini diduga karena keran air dari tangki ke tempat minum tidak sengaja tertutup, menyebabkan sapi-sapi tersebut tidak bisa mengakses air dalam cuaca panas ekstrem.

Kematian massal ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena AACo selama ini membangun reputasi sebagai perusahaan yang sangat peduli terhadap kesejahteraan hewan dan peternakan yang berkelanjutan.

Kejadian Serupa di Peternakan Lain

Selain kejadian di peternakan utama AACo, 90 ekor sapi lainnya juga mati di lokasi berbeda di Queensland. Sapi-sapi ini berada di lahan penggembalaan yang bukan milik AACo, tetapi disewakan untuk penggembalaan ternak (agistment).

Menurut sumber dari ABC News, kemungkinan besar sapi-sapi tersebut telah disemprot insektisida untuk mengatasi lalat kerbau, yang membuat mereka gelisah, berkeliaran jauh dari sumber air, dan akhirnya mati kehausan.

Pihak AACo menyatakan bahwa kejadian ini sangat menyedihkan dan mereka akan melakukan evaluasi prosedur operasional untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

AACo: Produsen Daging Wagyu Mewah

AACo adalah salah satu produsen daging wagyu kelas atas di Australia. Beberapa produk mereka antara lain:

Porterhouse wagyu seharga Rp650.000 per kg yang dijual di supermarket Australia.

Steak rib eye 300 gram seharga Rp3 juta yang disajikan di restoran mewah di Inggris.

AACo memiliki peternakan yang luas, mencakup lebih dari 1% wilayah Australia dengan hampir 10.000 tempat minum ternak. Namun, strategi bisnis mereka yang berfokus pada segmen premium mendapat tantangan berat. Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa keuntungan mereka turun menjadi Rp210 miliar dalam enam bulan terakhir.

Kunjungi juga:
Tokosapibagus.com | Menjual segala kebutuhan produk pakan, obat-obatan ternak hingga aksesoris perlengkapan peternakan.

Tindakan Pemerintah dan Evaluasi AACo

Departemen Pertanian dan Industri Primer Queensland telah menerima laporan dari AACo terkait insiden ini. Pihak berwenang menyatakan bahwa AACo telah menyesuaikan prosedur operasionalnya, sehingga tidak ada investigasi lebih lanjut dari pemerintah.

Menurut Dr. Kieren McCosker dari University of Queensland, kasus sapi mati akibat dehidrasi memang jarang terjadi, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Biasanya, peternak memeriksa ketersediaan air setiap 1-2 hari, dan kini banyak tersedia teknologi pemantauan air untuk menghindari kejadian serupa.

Dalam kondisi musim panas, sapi tidak boleh kehabisan air lebih dari 24-48 jam, karena bisa menyebabkan kematian. Faktor seperti suhu tinggi dan kondisi laktasi sapi juga bisa mempercepat dehidrasi.

Masalah Internal di AACo

Kematian massal sapi ini bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi AACo. Tahun lalu, seorang whistleblower melaporkan bahwa ada budaya kerja yang buruk di dalam perusahaan, termasuk intimidasi dan pelecehan terhadap pekerja.

AACo juga menghadapi krisis tata kelola perusahaan, terutama setelah pemegang saham utama mereka, Joe Lewis, tersangkut kasus perdagangan saham ilegal (insider trading) di Amerika Serikat. Lewis dituduh menggunakan informasi rahasia terkait bencana banjir yang berdampak pada AACo untuk mendapatkan keuntungan pribadi di pasar saham.

Meskipun kematian sapi ini hanya sebagian kecil dari total 450.000 ekor ternak yang dimiliki AACo, kejadian ini tetap menjadi peringatan bagi industri peternakan tentang pentingnya kesejahteraan hewan dan sistem manajemen yang baik.


Belajar Manajemen Peternakan di Sapi Bagus Academy

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan air dan kesejahteraan ternak dalam bisnis peternakan. Jika Anda ingin belajar cara mengelola peternakan sapi yang efisien dan profesional, bergabunglah dalam Pelatihan Sapi Bagus Academy.

Pelatihan ini mencakup:

  1.  Manajemen air dan pakan ternak
  2.  Strategi pemeliharaan sapi untuk meningkatkan produktivitas
  3.  Pengelolaan kesejahteraan hewan untuk mencegah kematian akibat kelalaian

Informasi lebih lanjut hubungi WhatsApp: 0821-1902-7681.

Sumber Artikel:

ABC News Australia: Cattle herd owned by luxury beef company AACo died of apparent thirst in Queensland

Beef Central: Lighter steer and heifers lift, while other categories were mixed in larger AuctionsPlus offering

Bagikan: