📅 Sumber: Beef Magazine, 9 Oktober 2025
📍 Topik: Teknologi Satelit untuk Peternakan Sapi
💡 Apa Itu CERES TAG?
CERES TAG adalah teknologi pemantauan kesehatan ternak berbasis satelit pertama di dunia.
Alat ini memungkinkan peternak memantau ternak secara real-time, tanpa perlu menara sinyal atau jaringan internet lokal.
Dengan menggunakan sensor pintar yang terpasang di telinga sapi, CERES TAG mampu mengumpulkan data tentang:
- 📍 Lokasi dan pergerakan ternak
- 🍽️ Pola makan dan aktivitas harian
- 🌱 Dampak lingkungan dari aktivitas ternak
Semua data dikirim langsung melalui satelit dan dapat diakses melalui aplikasi ponsel atau komputer peternak.
Teknologi ini membantu peternak mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan produktivitas, serta memastikan kesejahteraan hewan tetap terjaga.
🤝 Kolaborasi Auburn University dan CERES TAG

Departemen Ilmu Hewan Auburn University (Amerika Serikat) menjalin kerja sama strategis dengan CERES TAG untuk memperkuat riset dan inovasi dalam peternakan modern.
Menurut Kim Mullenix, Kepala Departemen Ilmu Hewan Auburn:
“Teknologi ini memperluas cakupan dan ketepatan riset kami. Hasilnya adalah solusi nyata yang bisa langsung diterapkan oleh para peternak.”
Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan teknologi peternakan berbasis sains yang benar-benar bermanfaat bagi industri sapi global.
🚜 Manfaat Kolaborasi untuk Dunia Peternakan
Melalui kerja sama ini, Auburn University akan fokus pada:
- 🔬 Riset lanjutan berbasis data CERES TAG
Untuk memahami kesehatan dan perilaku ternak dengan lebih akurat. - 📊 Penyediaan data ilmiah bagi peternak
Agar keputusan manajemen padang penggembalaan lebih efisien dan berbasis bukti. - 💻 Pengembangan solusi digital aplikatif
Seperti sistem pemantauan otomatis dan laporan kesejahteraan ternak. - 🌎 Dukungan terhadap peternakan berkelanjutan
Dengan cara mengukur dampak lingkungan dan mengoptimalkan manajemen pakan.
CEO CERES TAG, David Smith, menegaskan:
“Kami ingin membawa inovasi berbasis sains ke peternak global. Kerja sama dengan Auburn ini akan memperkuat solusi yang kami hadirkan.”
🇮🇩 Pelajaran untuk Peternakan Sapi di Indonesia
Teknologi seperti CERES TAG bisa menjadi inspirasi besar bagi peternakan Indonesia, terutama untuk:
- 🐄 Pemantauan ternak dalam skala besar (feedlot BX dan breeding farm)
- 🔒 Mengurangi kehilangan ternak akibat pencurian atau hilang di padang
- 🍃 Mengamati perilaku, konsumsi pakan, dan kondisi kesehatan ternak
- 🌍 Mengelola emisi gas rumah kaca dari aktivitas peternakan
Dengan meningkatnya kebutuhan daging sapi nasional dan tuntutan efisiensi, adopsi teknologi digital seperti ini sangat relevan untuk mendukung peternakan berkelanjutan di Indonesia.
🎓 Pelatihan Peternakan Modern di Sapi Bagus Academy
Bagi Anda yang ingin menerapkan teknologi modern dalam bisnis sapi, Sapi Bagus Academy membuka pelatihan profesional yang dirancang untuk peternak masa depan.
Dalam pelatihan ini, peserta akan belajar tentang:
- Model bisnis sapi potong BX dan sapi lokal
- Digitalisasi dan penerapan teknologi pemantauan ternak
- Manajemen pakan, kesehatan, dan keuangan peternakan
- Studi kasus sukses dari peternakan kecil hingga industri besar
📲 Hubungi kami via WhatsApp: 0821-1902-7681
🎯 Bangun peternakan cerdas dan berkelanjutan bersama Sapi Bagus Academy.
💰 Estimasi Harga Perangkat CERES TAG
Meskipun harga resmi tidak disebutkan dalam artikel Beef Magazine, riset pasar menunjukkan bahwa:
💲 Harga 1 perangkat CERES TAG: sekitar USD 160–180
💵 Setara dengan Rp 2.500.000 – Rp 2.800.000 (kurs Rp 15.600/USD, Oktober 2025)
Harga ini tergolong kompetitif dan layak untuk investasi jangka panjang, terutama bagi peternakan skala besar atau intensif yang ingin meningkatkan efisiensi operasional.
🧭 Kesimpulan
Kolaborasi antara Auburn University dan CERES TAG membuktikan bahwa masa depan industri peternakan adalah digital, efisien, dan berbasis data.
Dengan teknologi satelit dan analitik perilaku hewan, peternak dapat memantau ternak secara akurat, menjaga produktivitas, dan meminimalkan dampak lingkungan.
Teknologi seperti ini bukan hanya milik negara maju.
Indonesia pun bisa mengadopsinya untuk menciptakan sistem peternakan sapi modern yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing global

