Target Bobot Sapi Muda Sebelum Masuk Kandang, Ini Panduannya

Apakah Bobot Sapi Muda Sudah Sesuai Target?

Memantau target bobot sapi muda penting dilakukan sebelum ternak masuk kandang. Penimbangan secara rutin membantu peternak mengetahui apakah pertumbuhan sapi sudah sesuai target atau perlu diperbaiki.

Jika bobot sapi masih rendah, peternak perlu segera mengevaluasi pakan, kesehatan, parasit, kualitas rumput, dan kondisi kotoran.

Menurut panduan Teagasc di Irlandia, target bobot berbeda antara sapi hasil persilangan induk sapi pedaging (suckler-bred) dan sapi persilangan sapi perah dengan sapi pedaging (dairy-beef).

Target Bobot Sapi Muda

1. Sapi Hasil Persilangan Induk Sapi Pedaging

Steer (jantan dikebiri):

  • Bobot masuk kandang musim dingin pertama: 315 kg.
  • Target pertambahan bobot musim dingin: 0,5–0,6 kg per hari.
  • Bobot target saat kembali ke padang rumput: 380 kg.

Heifer (betina):

  • Bobot masuk kandang usia 8 bulan: 275–300 kg.
  • Target pertambahan bobot: 0,6 kg per hari.
  • Bobot usia 12 bulan: 335–375 kg.

2. Sapi Persilangan Sapi Perah dan Sapi Pedaging

Target bobot saat masuk kandang adalah:

  • Sapi betina: 220 kg.
  • Sapi jantan: 240 kg.

Target pertambahan bobot harian selama musim dingin pertama sekitar 0,5–0,6 kg per hari untuk steer dan 0,6 kg per hari untuk heifer, mengikuti panduan pertumbuhan yang digunakan pada sistem tersebut.

Cara Mengejar Target Bobot Sapi

Jika bobot sapi muda masih di bawah target, beberapa hal perlu segera diperiksa.

Pertama, pastikan akses pakan cukup. Pedet yang lebih kecil dapat kalah bersaing dengan sapi yang lebih besar. Pengelompokan berdasarkan ukuran dapat membantu sapi kecil mendapatkan pakan secara lebih optimal.

Kedua, periksa kemungkinan parasit. Infeksi parasit dapat menghambat pertumbuhan. Pemeriksaan kesehatan diperlukan sebelum menentukan tindakan pengobatan.

Ketiga, perhatikan kualitas rumput dan pakan tambahan. Ketersediaan serta mutu pakan sangat berpengaruh terhadap pertambahan bobot.

Keempat, pantau kesehatan ternak. Kondisi tubuh, kotoran, nafsu makan, dan aktivitas sapi dapat menjadi indikator awal adanya masalah.

Target Pertumbuhan Pedet

Pada delapan bulan pertama, pedet jantan hasil persilangan induk sapi pedaging ditargetkan memiliki pertambahan bobot sekitar 1,2 kg per hari.

Sementara itu, pedet jantan hasil persilangan sapi perah dan sapi pedaging memiliki target rata-rata sekitar:

  • 0,7 kg per hari saat masih mengonsumsi susu.
  • 0,8 kg per hari selama musim penggembalaan pertama.

Target tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk mengevaluasi pertumbuhan sesuai jenis sapi dan sistem pemeliharaan.

Cuaca Juga Memengaruhi Pertumbuhan Sapi

Kondisi cuaca dapat memengaruhi kualitas penggembalaan dan ketersediaan pakan. Karena itu, peternak perlu menyesuaikan strategi pemberian pakan dengan kondisi rumput, kelembapan tanah, dan ketersediaan hijauan.

Pemantauan bobot menjadi semakin penting ketika kondisi lingkungan menyebabkan pertumbuhan rumput tidak optimal.

Pelajaran untuk Peternak Sapi di Indonesia

Prinsip pemantauan pertumbuhan tersebut juga dapat diterapkan dalam usaha penggemukan sapi di Indonesia.

Beberapa langkah penting adalah:

  • Tetapkan target bobot berdasarkan umur dan jenis sapi.
  • Timbang sapi secara berkala.
  • Kelompokkan sapi berdasarkan ukuran dan kemampuan bersaing.
  • Pantau kesehatan serta kemungkinan parasit.
  • Evaluasi pertambahan bobot dibandingkan biaya pakan.

Kesimpulan

Target bobot sapi muda perlu dipantau sebelum ternak masuk kandang. Bobot yang sesuai target menunjukkan bahwa pertumbuhan berjalan baik, sedangkan bobot yang rendah menjadi sinyal untuk mengevaluasi pakan, kesehatan, parasit, dan manajemen pemeliharaan.

Dengan penimbangan rutin dan tindakan lebih awal, peternak dapat mengoptimalkan pertumbuhan sapi sekaligus meningkatkan efisiensi biaya penggemukan.

Sumber: Agriland, “Are your young stock on target to meet guide housing weights?”, Breifne O’Brien, 27 September 2026.

Bagikan: