FAO: Padang Penggembalaan Berperan Penting bagi Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan

15 Juli 2026

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menegaskan bahwa padang penggembalaan (rangelands) merupakan aset strategis bagi ketahanan pangan dunia sekaligus pelestarian lingkungan.

Selain menjadi sumber pakan ternak, padang penggembalaan berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyerap karbon, melindungi sumber air, dan mendukung kehidupan jutaan peternak di berbagai negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, saat menghadiri North American Grazing Lands Congress, forum internasional yang mempertemukan peternak, akademisi, peneliti, dan pelaku industri peternakan dari Amerika Serikat dan Kanada.

Kongres ini menjadi bagian dari peringatan International Year of Rangelands and Pastoralists (IYRP) 2026, sebuah inisiatif FAO untuk meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya padang penggembalaan dan masyarakat penggembala.

Padang Penggembalaan Menutupi Hampir 50 Persen Daratan Dunia

Menurut FAO, padang penggembalaan mencakup hampir 50 persen luas daratan dunia.

Wilayah ini menjadi sumber penghidupan bagi ratusan juta orang yang menggantungkan hidup pada usaha peternakan sapi, kambing, domba, dan berbagai jenis ternak lainnya.

Selain menghasilkan pangan, padang penggembalaan juga memberikan manfaat besar bagi lingkungan, antara lain:

  • Menyimpan hampir sepertiga karbon organik tanah dunia.
  • Menjaga keanekaragaman hayati.
  • Melindungi sumber daya air.
  • Mengurangi erosi tanah.
  • Membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Karena manfaat tersebut, pengelolaan padang penggembalaan secara berkelanjutan menjadi semakin penting bagi masa depan sektor peternakan.

Peternak Berperan Menjaga Ketahanan Pangan Dunia

Dalam pidatonya, Qu Dongyu menegaskan bahwa peternak bukan hanya memproduksi daging dan susu, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem.

Ia menyampaikan bahwa para peternak tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di negaranya, tetapi juga berkontribusi terhadap pasokan pangan dunia.

FAO juga mengingatkan bahwa kebutuhan protein hewani global terus meningkat.

Sekitar 80 persen anak-anak di negara berkembang masih belum memperoleh satu gelas susu setiap hari. Oleh sebab itu, produksi susu dan daging tetap menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki kualitas gizi masyarakat dunia.

Meski demikian, peningkatan produksi harus dilakukan secara lebih efisien dengan penggunaan sumber daya yang lebih hemat dan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Penggembalaan Berkelanjutan Meningkatkan Produktivitas

Dalam kongres tersebut dipresentasikan berbagai praktik peternakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.

Salah satu metode yang mendapat perhatian adalah rotasi penggembalaan berintensitas tinggi dalam waktu singkat. Sistem ini meniru pola migrasi bison liar yang pernah mendominasi padang rumput Amerika Utara.

Metode tersebut terbukti mampu:

  • Memperbaiki kesehatan tanah.
  • Mempercepat pertumbuhan rumput.
  • Meningkatkan penyerapan karbon.
  • Menjaga keanekaragaman tanaman.
  • Meningkatkan produktivitas padang penggembalaan.

Pendekatan ini menjadi contoh bahwa peningkatan produksi ternak dapat berjalan seiring dengan konservasi lingkungan.

FAO Mengunjungi Peternakan Modern di Kanada dan Amerika Serikat

Selama kunjungan kerjanya, Direktur Jenderal FAO meninjau sejumlah peternakan dan pusat penelitian di Kanada serta Amerika Serikat.

Di Alberta, Kanada, ia mengunjungi:

  • South Porcupine Ranch yang menerapkan pengelolaan kesehatan tanah.
  • Waldron Grazing Co-operative seluas sekitar 88.000 acre, salah satu kawasan konservasi padang rumput terbesar di Kanada.

Sementara di Utah, Amerika Serikat, ia mengunjungi:

  • Utah State University yang memiliki pusat penelitian sapi potong, sapi perah, kambing, domba, alpaka, dan unggas.
  • Pusat penelitian lebah penyerbuk milik USDA.
  • Kawasan penggembalaan yang memanfaatkan teknologi inovatif untuk memulihkan lahan basah (wetlands).

Perubahan Iklim Menjadi Tantangan Besar

FAO menilai perubahan iklim menyebabkan periode kekeringan menjadi lebih panjang dan lebih sering terjadi.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan padang penggembalaan secara berkelanjutan semakin penting.

Menurut Qu Dongyu, peternak memiliki pengetahuan lokal yang sangat berharga dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lahan.

Oleh karena itu, mendukung peternak berarti juga menjaga sumber daya alam yang menjadi fondasi produksi pangan dunia.

FAO Luncurkan Rencana Aksi Peternakan Berkelanjutan

Dalam kesempatan yang sama, FAO memperkenalkan Global Plan of Action on Sustainable Livestock Transformation.

Kerangka kerja sukarela ini membantu negara-negara anggota mengembangkan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.

Program tersebut meliputi:

  • Peningkatan produktivitas ternak.
  • Pengendalian penyakit hewan.
  • Efisiensi penggunaan air.
  • Keamanan pakan.
  • Pengurangan limbah pangan.
  • Pengendalian resistensi antimikroba.
  • Peningkatan kesejahteraan peternak.
  • Penguatan sistem hukum dan kelembagaan peternakan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Perempuan Petani Menjadi Prioritas FAO

FAO juga menetapkan tahun 2026 sebagai International Year of the Woman Farmer.

Program ini bertujuan meningkatkan perhatian terhadap kontribusi perempuan dalam sektor pertanian dan peternakan.

Di banyak negara, perempuan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap:

  • Lahan.
  • Teknologi.
  • Pembiayaan.
  • Pendidikan.
  • Sarana produksi.

Padahal, peningkatan peran perempuan terbukti mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelajaran bagi Indonesia

Indonesia memiliki jutaan hektare padang penggembalaan alami dan lahan perkebunan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan peternakan sapi berkelanjutan.

Pengalaman Amerika Utara menunjukkan bahwa peternakan modern tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi daging, tetapi juga mampu memperbaiki kualitas lingkungan melalui pengelolaan padang penggembalaan yang baik.

Penerapan penggembalaan berkelanjutan, perbaikan kesehatan tanah, konservasi air, serta efisiensi pakan dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas peternakan nasional.

Dengan pendekatan tersebut, Indonesia berpeluang memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kesimpulan

FAO menegaskan bahwa padang penggembalaan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dunia, menjaga keanekaragaman hayati, menyerap karbon, dan memperkuat keberlanjutan sektor peternakan. Pengelolaan padang penggembalaan secara berkelanjutan menjadi salah satu solusi menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Pengalaman ini dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam membangun industri peternakan yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Jika Anda sedang mencari bahan pakan ternak berkualitas dengan harga kompetitif, Sapibagus siap menjadi mitra terpercaya untuk kebutuhan usaha peternakan Anda. Kami menyediakan berbagai pilihan bahan pakan yang telah dipercaya oleh banyak peternak di Indonesia.

📞 Hubungi kami:
SASA: 0821-1902-7681
DIAN: 0811-980-221

📲 Instagram: @sapibagusacademy
🌐 Website: klik disini
📺 YouTube: SBA Channel

Bersama Sapibagus, wujudkan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan menguntungkan.

Bagikan: