Mengapa Harga Sapi Jantan Muda di Australia Lebih Tinggi Dibandingkan Sapi Betina?

Dalam penjualan online yang berlangsung Jumat lalu di Australia, terlihat perbedaan harga yang signifikan antara sapi jantan dan betina. Di Lorraine Station dekat Winton, Queensland, 133 ekor anak sapi jantan Angus berusia 6-12 bulan dengan berat rata-rata 228 kg terjual dengan harga premium 41 persen lebih tinggi dibandingkan dengan sapi betina sejenis.

Setiap sapi jantan tersebut terjual dengan tambahan sekitar Rp7,8 juta per ekor dibandingkan sapi betina. Sapi jantan menarik 36 penawaran aktif, sementara sapi betina hanya menerima enam.

Dua kelompok besar anak sapi Angus yang hampir sama ini menunjukkan adanya perbedaan besar dalam permintaan pasar penggemukan di wilayah Australia Timur, terutama untuk sapi jantan dibandingkan sapi betina.

Meski ada indikasi bahwa perbedaan harga ini sempat menyempit pada bulan September hingga Oktober, beberapa hasil penjualan terbaru justru menunjukkan bahwa kesenjangan ini semakin lebar.

Di antara penjualan besar di platform lelang AuctionsPlus pada Jumat lalu, kelompok 133 ekor anak sapi jantan terjual seharga Rp84.300 per kilogram atau setara Rp19,2 juta per ekor. Sementara itu, kelompok sapi betina dengan berat rata-rata 220 kg hanya terjual Rp51.300 per kilogram atau sekitar Rp11,2 juta per ekor.

Ini menunjukkan bahwa sapi jantan memiliki harga sekitar 41 persen lebih tinggi, atau selisih sekitar Rp33.000 per kilogram lebih mahal dibandingkan sapi betina, dengan perbedaan sekitar Rp7,8 juta per ekor.

Kunjungi juga:
Tokosapibagus.com |  Menjual segala kebutuhan produk pakan, obat-obatan ternak hingga aksesoris perlengkapan peternakan.

Mengapa Harga Sapi Pejantan Lebih Tinggi?

Perbedaan harga ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor berat dan kualitas sapi, tetapi juga oleh reputasi, kepercayaan pasar, dan permintaan musiman. Menurut Paul Holm, manajer operasional di AuctionsPlus, perbedaan harga antara anak sapi jantan dan betina ini tampaknya sedikit melebar kembali dalam beberapa minggu terakhir.

“Kami rasa ini terkait dengan kepercayaan pembeli,” ujar Holm. “Penjual sapi antan ini memiliki reputasi baik di kalangan pembeli, dan hal ini menarik minat lebih banyak. Sementara itu, saat ini tidak banyak pembeli yang tertarik untuk membeli sapi betina, sehingga aktivitas penawaran pun terlihat lebih rendah.”

Holm juga menjelaskan bahwa dalam enam hingga delapan bulan terakhir, sapi betina menjadi semacam penanda bagi tingkat kepercayaan peternak di wilayah Australia bagian Timur. Meskipun secara keseluruhan prospek industri cukup positif, beberapa peternak masih menghadapi tantangan lokal terkait ketidakpastian cuaca.

“Jika peternak memiliki kepastian cuaca beberapa bulan ke depan, pejantan menjadi pilihan menarik untuk ditumbuhkan sebagai penggemukan atau sapi potong. Namun, untuk sapi betina, peternak membutuhkan keyakinan lebih besar tentang kondisi cuaca dan pasar di masa mendatang,” tambah Holm.

Sapi jantan bisa dijual dengan berbagai opsi dalam beberapa bulan ke depan, sedangkan sapi betina lebih tidak pasti, terutama jika musim kering terus berlanjut.

Tren Harga Sapi di Australia

Analis dari Meat & Livestock Australia, Emily Tan, menunjukkan data terbaru yang memperlihatkan perbedaan harga antara sapi jantan dan betina di Australia. Pada Oktober tahun ini, harga sapi jantan penggemukan menunjukkan selisih 18 persen lebih tinggi dibandingkan sapi betina, dengan rata-rata perbedaan harga sekitar Rp9.200 per kilogram berat hidup.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, harga sapi jantan memiliki selisih 20 persen lebih tinggi, yaitu sekitar Rp6.300 per kilogram.

Tan menjelaskan bahwa tingginya stok sapi betina yang digunakan untuk pembibitan dan penggemukan menyebabkan penurunan permintaan untuk sapi betina dalam jangka pendek. “Biasanya, ketika selisih harga mengecil, ini menunjukkan peningkatan permintaan untuk sapi betina sebagai bibit pembiakan,” ungkapnya.

Faktor lain yang mempengaruhi perbedaan harga ini adalah bahwa di awal tahun, lebih banyak sapi betina ditempatkan di penggemukan akibat terbatasnya pasokan sapi jantan.

Namun, seiring dengan meningkatnya pasokan sapi jantan menuju musim panas, lebih sedikit sapi betina yang ditempatkan di penggemukan, yang akhirnya mengurangi permintaan dan mempengaruhi harga.

Bahkan baru-baru ini, manajer pertukaran Stonex, Ripley Atkinson, melaporkan bahwa harga sapi betina penggemukan naik sebesar Rp2.200 per kilogram secara nasional dibandingkan minggu sebelumnya.

Sukses di Bisnis Sapi? Yuk, Gabung di Sapi Bagus Academy!

Ingin memahami lebih dalam tentang tren harga, peluang bisnis, dan strategi penggemukan yang menguntungkan? Sapi Bagus Academy menawarkan pelatihan bisnis sapi yang praktis dan siap membantu Anda sukses di bisnis ternak. Hubungi kami dengan klik Whatsapp disini dan mulai langkah besar Anda di dunia peternakan sapi!

Bagikan: