Harga Daging Sapi Tertinggi Sepanjang Sejarah, Peternak Lansia di AS Pilih Jual Sapi dan Pensiun

Oleh David Madison – Cowboy State Daily | 3 Agustus 2025

Peternak Amerika menjual sapi saat harga tinggi

Harga daging sapi yang melonjak tajam di Amerika Serikat membuat banyak peternak tua memilih menjual seluruh sapinya dan berhenti beternak. Sementara itu, sebagian lainnya memilih bertahan satu tahun lagi demi meraup untung, sehingga menciptakan pasar properti peternakan yang paling ketat dalam puluhan tahun terakhir.

Misalnya, satu keluarga peternak di Colorado membeli peternakan Muleshoe di Wyoming seharga $6,7 juta (sekitar Rp109 miliar). Mereka mengambil alih 4.300 hektare lahan lengkap dengan irigasi dan hak air yang kuat. Pemilik sebelumnya menjual karena usianya sudah lanjut dan kesulitan mencari tenaga kerja.

Harga daging sapi di toko Amerika melonjak 198% dibanding 1997. Jika dahulu daging premium dihargai $20, kini harganya mencapai $59,69 (sekitar Rp973.947/kg).

Peternak Tetap Bertahan?

Namun, tidak semua peternak menjual. Banyak yang memilih bertahan, berharap harga tetap tinggi tahun depan. Karena itu, ketersediaan peternakan yang dijual sangat rendah, membuat pasar properti peternakan di Wyoming dan Montana makin ketat.

Siapa Pemilik Sapi Sekarang?

Sebagian peternak memang menjual seluruh sapinya tapi mempertahankan tanahnya. Mereka kemudian menyewakan padang rumputnya ke peternak lain. Ini jadi cara cerdas bagi peternak senior untuk tetap mendapatkan pemasukan tanpa harus beternak penuh.

Dalam sebuah podcast, pakar industri Don Close menyebut fenomena ini sebagai “pergantian kepemilikan”, karena banyak pemilik sapi yang pensiun dan tidak ada generasi penerus yang mau melanjutkan usaha.

Tren Usia Peternak

Menurut Mark Eisele dari National Cattlemen’s Beef Association, usia peternak Amerika kini rata-rata 50–60 tahun. Banyak yang memilih pensiun karena tidak ada anak atau cucu yang mau melanjutkan usaha ternak.

“Kami bisa rugi 3–5 tahun berturut-turut dan hanya untung di satu atau dua tahun,” kata Eisele. Meski harga sapi tinggi, biaya pakan, bahan bakar, asuransi, dan alat pun naik tajam.

Kenapa Harga Sapi Tidak Turun?

Menurut Eisele, kualitas daging sapi saat ini sangat tinggi dan permintaan global meningkat, khususnya sejak pandemi COVID-19, saat masyarakat belajar kembali memasak di rumah.

Pasar ekspor juga terbuka lebar, termasuk ke Inggris. “Daging sapi AS dianggap sebagai standar emas,” kata Eisele, seraya memuji kebijakan perdagangan era Trump yang membuka pasar baru.

Dennis Sun, mantan presiden Wyoming Stock Growers Association, mengatakan strategi menjual sapi dan menyewakan padang rumput adalah langkah populer saat ini. Ia memperkirakan harga daging sapi masih akan tinggi hingga tahun depan, karena jumlah ternak AS sekarang adalah yang terendah sejak 1970.

“Banyak yang mengira peternak kaya raya sekarang, tapi biaya operasional yang tinggi membuat margin keuntungannya tipis,” ujarnya.

Jadi, bagi konsumen yang berharap harga daging turun tahun ini, jawabannya: “Tidak,” kata Sun. Harga masih akan tetap tinggi.

Pelatihan Bisnis Sapi SapiBagus Academy Bagi Anda yang ingin belajar bisnis sapi secara profesional — mulai dari pemilihan bibit, manajemen pakan, pemasaran hingga strategi investasi — daftarkan diri Anda di pelatihan bisnis sapi angkatan terbaru.
📲 Hubungi via WhatsApp: 0821-1902-7681

Sumber artikel asli: Cowboy State Daily — Record Beef Prices Has Aging Ranchers Selling Off Herds And Cashing Out, oleh David Madison, 3 Agustus 2025.

Bagikan: