Manfaat Lamtoro untuk Ternak
Lamtoro (Leucaena leucocephala) dikenal sebagai tanaman hijauan berprotein tinggi untuk sapi, kambing, dan ternak lainnya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa manfaat lamtoro untuk ternak juga berkaitan dengan potensinya dalam membantu mengendalikan cacing saluran pencernaan.
Cacing gastrointestinal dapat menurunkan pertumbuhan, efisiensi pakan, produksi susu, bobot sapih, dan performa reproduksi ternak.
Di Australia bagian utara, kerugian akibat parasit internal diperkirakan mencapai A$19,7 juta per tahun.
Lamtoro Berpotensi Mengendalikan Cacing
Penelitian yang dirangkum Max Shelton menunjukkan bahwa lamtoro memiliki aktivitas anthelmintik terhadap berbagai nematoda gastrointestinal.
Lamtoro dilaporkan dapat membantu:
- Menurunkan produksi telur cacing.
- Menghambat penetasan telur.
- Menghambat perkembangan larva.
- Mengurangi populasi parasit.
- Mengganggu siklus penularan cacing.
Efek tersebut diduga berasal dari berbagai senyawa bioaktif, termasuk condensed tannins, flavonoid, senyawa fenolik, dan mimosine.
Seberapa Efektif Lamtoro Mengendalikan Cacing?
Hasil penelitian menunjukkan efektivitas lamtoro dapat berbeda tergantung jenis ternak, parasit, bagian tanaman, konsentrasi, dan metode pemberian.
Dalam salah satu penelitian pada kambing yang terinfeksi Haemonchus contortus, pakan yang mengandung lamtoro menghasilkan:
- Penurunan telur cacing sekitar 58%.
- Perkembangan larva turun dari 24% menjadi 3,5%.
- Efek terlihat ketika lamtoro menyusun sekitar 50% bahan kering ransum.
Penelitian lain pada sapi muda menggunakan ekstrak lamtoro dan menghasilkan penurunan prevalensi parasit sekitar 60% selama delapan minggu. Sebagai pembanding, obat cacing konvensional menghasilkan penurunan sekitar 80% dalam penelitian tersebut.
Hasil ini menunjukkan bahwa lamtoro memiliki potensi, tetapi efektivitasnya belum tentu menyamai obat cacing komersial.
Bagaimana Lamtoro Menghambat Cacing?
Efek lamtoro tampaknya lebih kuat pada tahap awal siklus hidup parasit.
Senyawa dalam lamtoro dapat menghambat:
telur → penetasan → perkembangan larva → penularan kembali ke ternak.
Karena itu, manfaat lamtoro kemungkinan bukan terutama membunuh cacing dewasa di dalam tubuh ternak, tetapi mengurangi reproduksi dan penyebaran parasit di lingkungan.
Lamtoro Bukan Pengganti Obat Cacing
Lamtoro sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti obat cacing.
Penggunaannya lebih tepat sebagai bagian dari pengendalian parasit terpadu, bersama dengan:
- Manajemen padang penggembalaan.
- Pemberian pakan yang seimbang.
- Pemantauan kesehatan ternak.
- Pemeriksaan telur cacing dalam feses.
- Penggunaan obat cacing berdasarkan kebutuhan.
Pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap obat cacing dan mendukung strategi menghadapi resistensi anthelmintik.
Manfaat Lamtoro untuk Ternak di Indonesia
Potensi lamtoro sangat relevan bagi peternakan Indonesia karena tanaman ini sudah banyak digunakan sebagai sumber hijauan.
Lamtoro berpotensi memberikan dua fungsi sekaligus:
sebagai sumber nutrisi + pendukung pengendalian parasit.
Dalam usaha penggemukan sapi, penggunaannya dapat dievaluasi dengan membandingkan kelompok sapi yang mendapat ransum standar dengan kelompok yang mendapat tambahan lamtoro.
Parameter yang dapat dipantau antara lain:
- Pertambahan bobot harian (ADG).
- Konsumsi pakan.
- FCR.
- Kondisi tubuh.
- Kesehatan ternak.
- Jumlah telur cacing dalam feses.
- Biaya pakan dan obat cacing.
Dengan demikian, penggunaan lamtoro dapat dinilai berdasarkan data peternakan, bukan hanya asumsi.
Perhatikan Kandungan Mimosine
Meskipun memiliki berbagai potensi, pemberian lamtoro tetap harus dilakukan secara terukur.
Lamtoro mengandung mimosine, sehingga jumlah dalam ransum perlu disesuaikan dengan jenis ternak dan sistem pemeliharaan.
Jangan beranggapan bahwa semakin banyak lamtoro akan semakin baik. Formulasi ransum sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan nutrisi, proporsi lamtoro, adaptasi ternak, serta potensi risiko toksisitas.
Kesimpulan
Manfaat lamtoro untuk ternak tidak hanya sebagai sumber hijauan berprotein tinggi. Penelitian menunjukkan Leucaena leucocephala juga memiliki potensi membantu mengendalikan cacing gastrointestinal.
Efek yang paling banyak dilaporkan adalah menurunkan produksi telur, menghambat penetasan telur, dan menghambat perkembangan larva.
Namun, lamtoro belum dapat dianggap sebagai pengganti obat cacing. Penggunaan yang lebih tepat adalah sebagai bagian dari strategi pengendalian parasit terpadu.
Bagi peternak Indonesia, lamtoro menawarkan peluang menarik untuk menggabungkan nutrisi, kesehatan ternak, dan pengendalian parasit dalam satu sistem pakan.
Sumber: Beef Central, “The value of leucaena for control of internal parasites in livestock”, Max Shelton, 23 September 2026.

