Te Hou Farms: Pelajaran Peternakan Modern dari Selandia Baru

Te Hou Farms: Peternakan Besar yang Tumbuh Bersama Manusia

Bagaimana membangun peternakan besar agar menguntungkan, efisien, ramah lingkungan, dan tetap mampu berkembang tanpa bergantung penuh kepada pemilik?

Salah satu contoh menarik datang dari Te Hou Farms di Selandia Baru.

Peternakan seluas sekitar 1.324 hektare ini memenangkan 2026 Horizons Regional Supreme Winner dalam Ballance Farm Environment Awards.

Namun, pelajaran terbesarnya bukan sekadar tentang luas lahan atau jumlah sapi.

Kuncinya adalah sistem.


1. Peternakan Besar Membutuhkan Sistem

Te Hou Farms mengelola sekitar 1.650 sapi perah, lahan drystock, pedet sapi potong, serta area produksi silase.

Dengan skala seperti itu, pemilik tidak mungkin mengawasi semuanya sendiri.

Karena itu diperlukan:

  • SOP;
  • pencatatan;
  • target produksi;
  • evaluasi;
  • pembagian tugas;
  • dan tim yang kompeten.

Prinsip sederhananya:

Pemilik harus mengelola sistem, bukan menjadi sistem.


2. Peternakan Harus Tetap Berjalan Saat Pemilik Tidak Ada

Ini menjadi pelajaran penting bagi peternak Indonesia.

Jika semua keputusan bergantung kepada pemilik, maka pertumbuhan usaha akan terbatas.

Peternakan profesional harus mampu menjalankan:

pakan → kesehatan → pencatatan → keuangan → penjualan

meskipun pemilik sedang tidak berada di kandang.

Tujuannya bukan agar pemilik tidak bekerja.

Tetapi agar bisnis tidak berhenti ketika pemilik tidak bekerja.


3. Lahan Harus Dijaga sebagai Aset

Te Hou Farms mengelola lahan sesuai kondisi tanah dan menggunakan teknik seperti minimum tillage serta strip till.

Mereka juga melindungi sekitar 27 hektare area riparian dan lahan basah.

Pelajarannya jelas:

Lahan yang sehat adalah modal produksi jangka panjang.

Peternakan tidak boleh hanya mengejar produksi hari ini dengan mengorbankan produktivitas lahan di masa depan.


4. Karyawan Adalah Bagian dari Aset Bisnis

Salah satu hal menarik dari Te Hou Farms adalah perhatian terhadap kesejahteraan karyawan.

Pengaturan kerja dibuat agar karyawan tetap memiliki waktu untuk keluarga.

Ini bukan sekadar masalah sosial.

Karyawan yang:

  • sehat;
  • dihargai;
  • memiliki kesempatan berkembang;
  • dan mendapatkan keseimbangan kerja,

lebih berpeluang bertahan dan bekerja secara produktif.

Karena itu:

mengembangkan manusia berarti mengembangkan bisnis.


5 Sistem yang Bisa Diterapkan di Farm Indonesia

Konsep Te Hou Farms dapat diterapkan secara bertahap di Indonesia.

1. Sistem Sapi

Identifikasi, kesehatan, vaksinasi, ADG, mortalitas, dan waktu panen.

2. Sistem Pakan

Stok bahan, formulasi ransum, biaya pakan, konsumsi, dan feed conversion.

3. Sistem Kandang

Kebersihan, air minum, kepadatan, dan SOP.

4. Sistem Keuangan

HPP, biaya pakan, tenaga kerja, modal kerja, cash flow, dan margin.

5. Sistem SDM

Pembagian tugas, SOP, KPI, pelatihan, dan evaluasi.


Banyak Sapi Belum Tentu Banyak Untung

Peternak sering menganggap jumlah sapi sebagai ukuran keberhasilan.

Padahal yang lebih penting adalah margin dan efisiensi.

Contohnya:

100 sapi × margin Rp2 juta = Rp200 juta

bisa lebih baik daripada:

300 sapi × margin Rp300 ribu = Rp90 juta.

Karena itu, ukuran keberhasilan peternakan harus melihat:

ADG + biaya pakan + HPP + mortalitas + margin + produktivitas tenaga kerja.


Pelajaran Terbesar dari Te Hou Farms

Konsep yang menarik dari Te Hou Farms adalah:

Grow people, grow business.

Peternakan harus berkembang bersama manusianya.

Pemilik berkembang.

Karyawan berkembang.

Sistem berkembang.

Teknologi berkembang.

Lahan tetap terjaga.

Dan akhirnya bisnis berkembang.


Pelajaran untuk Peternak Indonesia

Indonesia memiliki modal besar untuk membangun peternakan modern:

  • lahan;
  • sumber pakan;
  • tenaga kerja;
  • pasar daging;
  • pengalaman peternak;
  • dan teknologi.

Yang perlu diperkuat adalah manajemen dan sistem.

Kita harus mulai bergerak dari:

“Saya punya banyak sapi.”

menjadi:

“Saya punya sistem peternakan yang menghasilkan keuntungan secara konsisten.”

Dan dari:

“Kalau saya tidak ada, peternakan berhenti.”

menjadi:

“Kalau saya tidak ada, sistem tetap berjalan.”


Kesimpulan

Kisah Te Hou Farms menunjukkan bahwa peternakan besar tidak dibangun hanya dengan menambah jumlah sapi.

Peternakan dibangun dengan:

sistem produksi + pakan + keuangan + lingkungan + SDM + teknologi.

Inilah pelajaran penting bagi peternak Indonesia.

Peternakan modern bukan sekadar bisnis memelihara sapi.

Peternakan adalah bisnis mengelola sapi, manusia, lahan, modal, teknologi, dan pasar secara terpadu.

Sumber: Farmers Weekly, Selandia Baru, “Growing people and a future at Te Hou Farms”, 18 Agustus 2026.

Diolah dan dikembangkan oleh Tim Media Sapi Bagus untuk pembaca dan peternak Indonesia.

Jika Anda sedang mencari bahan pakan ternak berkualitas dengan harga kompetitif, Sapibagus siap menjadi mitra terpercaya untuk kebutuhan usaha peternakan Anda. Kami menyediakan berbagai pilihan bahan pakan yang telah dipercaya oleh banyak peternak di Indonesia.

📞 Hubungi kami:
SASA: 0821-1902-7681
DIAN: 0811-980-221

📲 Instagram: @sapibagusacademy
🌐 Website: klik disini
📺 YouTube: SBA Channel

Bersama Sapibagus, wujudkan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan menguntungkan.

Bagikan: