Belajar dari Irlandia: Peternak Limerick Sukses Beralih ke Dairy-Beef dan Jadi Inspirasi bagi Peternak Indonesia

Sapibagus menghadirkan kisah inspiratif dari Irlandia tentang bagaimana seorang peternak berhasil meningkatkan efisiensi dan keuntungan melalui sistem dairy-beef. Kisah ini penting untuk peternak Indonesia yang ingin memperbaiki produktivitas, manajemen pakan, dan sistem penggemukan sapi modern.

Transformasi Besar dari Suckler Farming ke Dairy-Beef

Liam Doherty, peternak dari Rathkeale, County Limerick, awalnya mengelola 37 hektare lahan dengan lebih dari 50 ekor sapi induk potong. Ia menggunakan sapi betina Limousin yang disilangkan dengan pejantan Belgia Blue dan Limousin melalui inseminasi buatan.

Namun pengalaman buruk akibat beberapa kasus kelahiran sulit membuatnya mengevaluasi ulang sistem beternaknya. Liam kemudian menurunkan jumlah sapi induk dan mulai menjalankan contract rearing untuk 25 dara sapi perah. Pada tahap ini ia menemukan fakta penting:

Sapi perah jauh lebih mudah dikelola dibanding pedet sapi potong.

Penemuan tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya beralih sepenuhnya ke sistem dairy-beef calves.

Mengasah Keahlian Calf-to-Beef Secara Profesional

Untuk memperkuat kompetensinya, Liam mengikuti Advanced Teagasc Dairy Calf to Beef Course pada Desember 2022. Kursus lima hari ini sangat praktis dan terstruktur:

  • Manajemen pedet
  • Manajemen padang rumput
  • Kualitas silase & pakan musim dingin
  • Penggemukan & target bobot
  • Praktek lapangan di peternakan percontohan

Menurut Liam:

“Setiap hari saya belajar sesuatu yang baru, dan melihat teori diterapkan langsung membuat ilmunya jauh lebih mudah dipahami.”

Salah satu pelajaran paling penting baginya adalah peran silase berkualitas tinggi dalam mencapai target pertumbuhan tanpa bergantung pada konsentrat yang mahal.

Hasil Nyata: Pertumbuhan Cepat dan Bobot Optimal

Pada musim semi 2023, Liam membeli 50 pedet dairy-beef dan tetap menjalankan sistem contract rearing. Ketika dilakukan penimbangan pada 31 Agustus:

  • Rata-rata bobot: 221 kg
  • Bobot tertinggi: 300 kg
  • Pertumbuhan: jauh melampaui target

Hasil tersebut menunjukkan bahwa:

Manajemen pedet + pakan berkualitas + pencatatan disiplin = performa maksimal.

Pelajaran Penting untuk Peternak Sapi Indonesia

Banyak strategi yang diterapkan Liam bisa langsung diadaptasi oleh peternak Indonesia:

1. Manajemen pedet adalah fondasi utama

Pedet yang diberi susu bubuk berkualitas dan jadwal pakan konsisten akan tumbuh lebih seragam dan cepat.

2. Silase harus berkualitas tinggi, bukan sekadar tersedia

Silase yang excellent membantu efisiensi pakan dan mempercepat pertumbuhan sapi.

3. Perubahan sistem usaha itu mungkin dan bisa lebih menguntungkan

Model dairy-beef bisa menjadi solusi ketika populasi sapi potong lokal semakin terbatas.

4. Pelatihan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri peternak

Belajar langsung melalui pelatihan struktural membuat teori mudah diterapkan di lapangan.

Kursus Dairy Calf to Beef: Model Pelatihan yang Bisa Ditiru Indonesia

Program lima hari yang dikembangkan Teagasc mencakup:

  • Pemilihan sistem usaha
  • Perawatan pedet
  • Infrastruktur kandang & hijauan
  • Manajemen padang rumput
  • Silase & pakan musim dingin
  • Strategi penggemukan
  • Kunjungan farm & pabrik pengolahan

Model seperti ini sangat relevan di Indonesia, terutama bagi peternak yang ingin meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Belajar Peternakan Sapi Secara Profesional di Indonesia

Jika Anda ingin mengembangkan usaha sapi potong atau menerapkan sistem seperti Liam, Sapibagus Academy menyediakan berbagai pelatihan profesional:

  • Pelatihan bisnis sapi (online & offline)
  • E-course 20 modul
  • Mentoring penggemukan sapi
  • Manajemen pakan & silase
  • Pemasaran sapi lokal & BX
  • Optimalisasi manajemen kandang

📱 Daftar Pelatihan WA: 0821-1902-7681

Bagikan: