Oleh: BBC News — diringkas & dianalisis ulang oleh Tim Sapi Bagus Academy
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menyelidiki perusahaan-perusahaan pemotongan dan pengolahan daging (meat packers). Ia menuding industri tersebut terlibat kolusi, pengaturan harga (price fixing), dan manipulasi harga yang membuat harga daging sapi naik tajam di pasar domestik.
Trump menyampaikan tuduhan ini melalui media sosial. Ia menilai lonjakan harga tersebut merusak pesan politiknya terkait penurunan biaya hidup dan stabilitas ekonomi. Seruan investigasi muncul hanya beberapa hari setelah Partai Republik kalah dalam beberapa pemilihan penting, di mana isu biaya hidup menjadi kekhawatiran utama pemilih.
Ketegangan dengan Peternak Lokal
Sebelumnya, Trump sempat memicu ketidakpuasan peternak karena:
- meminta peternak menurunkan harga jual sapi, dan
- mengusulkan peningkatan impor daging sapi dari Argentina.
Usulan impor tersebut berpotensi melipatgandakan volume daging masuk, yang dapat menekan harga di tingkat peternak. Kekhawatiran mereka meningkat karena harga ritel kemungkinan tetap tinggi, sedangkan pendapatan peternak bisa turun.
Kini, Trump mengalihkan fokusnya kepada industri pengolahan daging yang didominasi perusahaan besar.
Trump Menuding Industri “Dimiliki Asing”
Trump menegaskan bahwa peternak lokal tidak pantas disalahkan atas kenaikan harga. Ia mengklaim bahwa perusahaan meat packer “mayoritas dimiliki asing” dan menjadi ancaman bagi keamanan pangan nasional.
Data: Harga Daging Sapi Melejit
Berdasarkan laporan pemerintah AS untuk periode 12 bulan hingga September:
- Beef mince naik 12,9%
- Steak naik 16,6%
- Harga 1 pon ground chuck naik dari $5,58 menjadi $6,33
Kenaikan ini jauh di atas inflasi pangan nasional yang hanya 3,1%.
Mengapa Harga Bisa Sangat Tinggi?
1. Populasi Sapi Terendah dalam 75 Tahun
Populasi sapi di AS turun ke titik terendah sejak Perang Dunia II. Kekeringan berkepanjangan membuat banyak peternak mengurangi jumlah ternak. Pemulihan populasi membutuhkan waktu bertahun-tahun.
2. Permintaan Tetap Tinggi
Meski harga meningkat, konsumsi daging sapi tetap kuat. Permintaan yang stabil memberi tekanan besar pada pasokan yang semakin ketat.
3. Struktur Industri Sangat Terkonsentrasi
Empat perusahaan raksasa menguasai lebih dari 80% pasar daging sapi AS:
- Tyson Foods
- JBS
- Cargill
- National Beef
Perusahaan-perusahaan ini beberapa kali digugat, termasuk oleh McDonald’s, terkait dugaan pengaturan harga.
Komentar Ahli: Dampaknya Bisa Menular ke Pasar Global
Menurut Edy Wijayanto, konsultan bisnis sapi dan Founder Sapi Bagus Academy, dinamika harga daging sapi di AS bisa memengaruhi pasar global:
“Ketika pasar AS terguncang, efeknya bisa merembet ke pasar dunia. Indonesia pun harus memperhatikan struktur pasar, dominasi importir, dan panjangnya rantai distribusi agar tidak mengalami gejolak harga yang sama,” jelas Edy.
Ia menambahkan bahwa industri penggemukan sapi di Indonesia perlu meningkatkan efisiensi pakan, manajemen kandang, dan rekam jejak (recording) agar tetap kompetitif.
Penutup
Desakan investigasi meat packer federal terhadap industri meat packer bisa membuka babak baru dalam persaingan bisnis daging sapi di AS. Akankah harga turun? Hal ini masih belum pasti. Namun satu hal jelas: sorotan publik terhadap empat raksasa pengolah daging kini semakin tajam.
Ingin Belajar Bisnis Sapi Secara Profesional?
Sapi Bagus Academy membuka pelatihan untuk peternak, pemula, hingga pelaku industri daging. Dalam pelatihan ini Anda akan mempelajari:
- cara menekan biaya pakan,
- strategi penggemukan 3–6 bulan,
- manajemen kandang profesional,
- peluang usaha sapi lokal dan BX,
- model bisnis kurban yang bisa tembus miliaran.
WA Pendaftaran Pelatihan Klik Disini! atau Disini
Tersedia dalam format:
- Online
- Offline
- E-course 20 modul
- Mentoring pribadi

