Texas kembali menghadapi wabah ulat screwworm (New World screwworm), parasit berbahaya yang memakan daging hewan ternak. Padahal, sejak tahun 1960-an kawasan ini dinyatakan bebas dari hama tersebut. Ancaman ini memicu kekhawatiran besar di sektor peternakan, terutama sapi potong dan sapi perah.

Pemerintah Gelontorkan US$750 Juta
Untuk mengatasi wabah, pemerintah Amerika Serikat bersama USDA meluncurkan inisiatif besar senilai US$750 juta atau sekitar Rp11,6 triliun. Program ini mencakup:
- Pembangunan fasilitas produksi lalat steril pertama di AS,
- Penyaringan hewan ternak di perbatasan,
- Pelatihan anjing pelacak khusus mendeteksi infeksi,
- Pengawasan ketat di peternakan Texas dan sekitarnya.
Dampak Serius bagi Peternakan
Screwworm dapat menyerang luka terbuka pada hewan dan menyebabkan kerusakan jaringan parah. Jika tidak ditangani cepat, infeksi bisa menyebabkan kematian ternak. Hal ini mengancam ribuan ekor sapi, domba, hingga satwa liar di Texas.
Bagi peternak, wabah ini berarti ancaman kerugian besar, penurunan populasi, hingga biaya perawatan tambahan yang tinggi.
Relevansi untuk Indonesia
Indonesia juga perlu waspada. Meski kasus screwworm lebih umum di Amerika Latin, penyebaran lintas negara bisa terjadi melalui perdagangan hewan. Pengawasan kesehatan ternak, karantina, dan biosekuriti harus terus diperkuat.
Sumber berita: AP News, MySanAntonio, September 2025.
Edukasi dan Pelatihan
Ingin belajar cara melindungi ternak dari penyakit dan meningkatkan keuntungan bisnis peternakan?
Pelatihan Bisnis Sapi – Sapi Bagus Academy
Belajar langsung dari praktisi berpengalaman: manajemen kesehatan, pakan, kandang, hingga pemasaran.
Info lengkap & pendaftaran pelatihan:

