Harga Sapi Rekor Diperkirakan Bertahan Hingga 2027

Focus Keyphrase: Harga sapi rekor 2027

Derrell Peel, Spesialis Pemasaran Peternakan dari Oklahoma State University Extension, menyampaikan bahwa kelangkaan stok sapi membuat seluruh pasar ternak—baik anak sapi, sapi penggemukan, maupun sapi siap potong—mengalami lonjakan harga sepanjang 2025, bahkan lebih tinggi dari tahun 2024.

“Harga sapi saat ini melebihi rekor sebelumnya yang terjadi tahun 2014,” ujar Peel. “Tapi saat itu kenaikan harga disebabkan oleh pengurangan populasi akibat kekeringan, dan kemudian cepat pulih. Kali ini berbeda—populasi belum menunjukkan pemulihan.”

Peel menambahkan, meski populasi mulai dibangun kembali sekarang, dampaknya baru akan terlihat sekitar tahun 2029. Artinya, harga tinggi akan bertahan hingga setidaknya tahun 2027.

Populasi Terus Menurun Meski Kekeringan Mulai Pulih

Perbedaan harga antara sapi feeder (penggemukan) dan fed cattle (siap potong) semakin besar, membuat margin keuntungan pengusaha penggemukan jadi tantangan tersendiri.

“Populasi sapi betina terus menyusut sejak 2018, dan sekarang berada di titik terendah sejak 1961,” ujar Peel. “Jumlah sapi betina muda yang disimpan untuk regenerasi juga sangat rendah.”

Meski kekeringan sudah mereda, jumlah sapi belum pulih seperti pada pemulihan tahun 1992–1994 dan 2015. Bahkan, jumlah sapi perah pengganti juga berada pada level terendah dalam sejarah.

Pasokan Feeder Sapi Paling Rendah Sepanjang Sejarah

Per 1 Juli 2025, estimasi pasokan sapi feeder berada di titik terendah sepanjang sejarah. Kabar baik bagi feedlot adalah harga pakan lebih murah karena pasokan jagung dan hay (rumput kering) melimpah.

Namun, ekspor daging sapi menurun sejak mencapai rekor tertinggi tahun 2023. Sebagian karena stok sapi rendah, sebagian lagi karena kenaikan harga dan tarif impor.

Produksi Daging Relatif Stabil

Meski pasokan ternak turun, produksi daging sapi di AS tidak banyak berubah. Salah satu penyebabnya adalah peternak sapi perah menggunakan semen beku pejantan sapi potong, menghasilkan sapi jenis pedaging untuk feedlot. Selain itu, sapi digemukkan hingga bobot lebih berat dari biasanya.

“Konsumen masih tetap tinggi permintaannya terhadap daging sapi,” tambah Peel. “Nilai boxed beef tetap kuat.”

Penutupan Perbatasan AS-Meksiko Turunkan Pasokan Feeder

Impor daging sapi dari Australia dan Brasil meningkat tajam di 2025, terutama untuk memenuhi pasar lean meat (daging tanpa lemak) untuk restoran. Namun, penutupan perbatasan dengan Meksiko akibat wabah ulat screwworm menyebabkan penurunan besar pasokan feeder.

Biasanya sekitar 1,1–1,2 juta ekor sapi feeder masuk ke AS dari Meksiko setiap tahun, tapi di 2025 turun sekitar 800 ribu ekor.

Peternak Sapi Induk Saat Ini Dalam Posisi Terkuat

“Peternak sapi induk (cow-calf) sedang berada di posisi paling menguntungkan saat ini,” kata Peel. “Feedlot masih bisa bertahan, tapi pelaku backgrounding sedang kesulitan.”

Harga Tinggi Diperkirakan Bertahan Hingga 2027

Peel memperkirakan puncak harga belum tercapai dan kemungkinan harga tetap tinggi hingga 2027. Jika populasi sapi mulai meningkat, tekanan harga mungkin akan terlihat menjelang akhir dekade.

“Permintaan terhadap daging sapi masih kuat, tapi potensi volatilitas harga sangat tinggi. Peternak perlu menggunakan manajemen risiko untuk melindungi investasi mereka,” pungkas Peel.

Implikasi ke Indonesia

  • Harga sapi impor dari Australia (BX cattle) kemungkinan terus naik.
  • Peluang bisnis penggemukan sapi lokal dan feedlot di Indonesia makin terbuka.

Nilai konversi mata uang (perkiraan per September 2025):
1 USD ≈ Rp15.500 → Setiap kenaikan harga sapi US$100 setara dengan Rp1.550.000.

Edukasi dan Pelatihan

Jika Anda tertarik memulai atau mengembangkan bisnis sapi di Indonesia, ikuti pelatihan praktis:

Pelatihan Bisnis Sapi – Sapi Bagus Academy
Belajar langsung dari mentor berpengalaman: mulai dari pemilihan bibit, pembuatan kandang, manajemen pakan, hingga pemasaran kurban dan potong harian.

Info lengkap & pendaftaran pelatihan:

Bagikan: