Strategi Penggembalaan Optimal Maksimalkan Produksi Susu

Menjelang Hari St. Patrick, kondisi penggembalaan di berbagai daerah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Cuaca yang lebih kering dan paparan sinar matahari yang cukup telah meningkatkan laju pertumbuhan rumput, sehingga lebih banyak sapi dapat mulai merumput di padang.

Dalam seminggu terakhir, banyak peternak mulai menggiring sapi mereka ke padang rumput. Kondisi tanah yang lebih kering membuat akses ke lahan menjadi lebih mudah dan aman untuk penggembalaan.

Namun, di beberapa wilayah dengan curah hujan yang masih cukup tinggi, peternak masih membatasi waktu penggembalaan. Strategi yang umum digunakan adalah “on/off grazing”, yaitu sapi dibiarkan merumput hanya selama beberapa jam setiap hari sebelum kembali ke kandang.

Dengan perbaikan cuaca dan pertumbuhan rumput yang semakin baik, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mulai meningkatkan durasi penggembalaan. Peternak bahkan dapat mempertimbangkan penggembalaan penuh, atau setidaknya menambah porsi hijauan pada pagi dan sore hari.


Menyesuaikan Pola Pakan Sapi Perah

Sebagian besar sapi perah saat ini sedang mendekati puncak produksi susu, yang biasanya terjadi sekitar enam hingga delapan minggu setelah melahirkan.

Namun, pada fase ini konsumsi bahan kering atau Dry Matter Intake (DMI) belum mencapai puncaknya. DMI umumnya baru mencapai titik tertinggi sekitar delapan hingga sepuluh minggu setelah melahirkan.

Kondisi ini membuat sapi berisiko mengalami defisit energi, karena energi yang digunakan untuk produksi susu sering kali lebih besar daripada energi yang dikonsumsi. Jika hal ini terjadi, sapi akan mengambil cadangan energi dari tubuhnya sendiri sehingga kondisi tubuhnya menurun.

Defisit energi yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko ketosis, salah satu gangguan metabolik yang umum terjadi pada sapi perah di awal laktasi.

Selain itu, kadar protein susu juga bisa menurun drastis, bahkan hingga di bawah 3,20%. Penurunan ini sering terjadi ketika sapi harus berpindah dari padang rumput berkualitas tinggi (dengan nilai energi sekitar 1,0–1,1 UFL/kg DM) ke pakan di kandang yang hanya berupa silase berkualitas lebih rendah (sekitar 0,8 UFL/kg DM).

Kunjungi juga:
Tokosapibagus.com | Menjual segala kebutuhan produk pakan, obat-obatan ternak hingga aksesoris perlengkapan peternakan.

Perbedaan kualitas pakan tersebut dapat menurunkan kepadatan energi dalam ransum dan akhirnya memengaruhi produksi susu.


Strategi Penggembalaan yang Optimal

Untuk memaksimalkan asupan bahan kering, menjaga kondisi tubuh sapi, serta mempertahankan produksi susu dan kesehatan ternak, pemanfaatan padang rumput secara optimal menjadi strategi terbaik.

Peningkatan pemberian konsentrat pada awal laktasi memang dapat membantu meningkatkan produksi susu. Namun, jika proporsi konsentrat terlalu tinggi, efisiensi pencernaan di dalam rumen justru dapat menurun.

Karena itu, penting untuk memastikan sapi mendapatkan alokasi hijauan yang cukup dan terus meningkat, terutama dari rumput segar di padang.

Pola pakan yang umum digunakan di banyak peternakan saat ini terdiri dari:

  • 9 kg bahan kering dari rumput
  • 4,5 kg konsentrat
  • 3,5 kg silase

Dalam kondisi saat ini, rumput segar sebaiknya menjadi prioritas utama karena memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan silase.


Memanfaatkan Pertumbuhan Rumput

Jika rata-rata cadangan rumput di peternakan (Average Farm Cover / AFC) berada di atas 900 kg DM/ha, sapi sebaiknya digembalakan secara penuh.

Namun, jika AFC berada di bawah 750 kg DM/ha, peternak disarankan untuk membatasi penggembalaan dan memberikan akses rumput terutama pada siang hari.

Pekan lalu, laju pertumbuhan rumput rata-rata mencapai 14 kg DM/ha per hari. Dalam beberapa hari ke depan, pertumbuhan diperkirakan berada pada kisaran 13–23 kg DM/ha, berdasarkan data dari PastureBase Ireland.

Curah hujan juga diperkirakan relatif rendah dalam seminggu ke depan. Meskipun demikian, suhu tanah masih cukup rendah, berkisar antara 5–7°C, akibat kondisi pagi yang lebih dingin.


Peluang Meningkatkan Produksi Susu

Dengan kondisi cuaca yang semakin mendukung, peternak sebaiknya mulai memperpanjang waktu penggembalaan, atau bahkan menerapkan penggembalaan penuh.

Rumput berkualitas tinggi memiliki keunggulan dibandingkan silase dalam menyediakan energi yang dibutuhkan sapi perah pada fase awal laktasi.

Dengan memaksimalkan pemanfaatan rumput sebagai sumber pakan utama, peternak dapat:

  • menjaga keseimbangan energi sapi
  • mengurangi risiko ketosis
  • meningkatkan kadar protein susu
  • mempertahankan kondisi tubuh ternak

Strategi ini tidak hanya mendukung kesehatan dan produktivitas sapi, tetapi juga membantu peternak memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien dan meningkatkan profitabilitas usaha ternak.

Jika Anda membutuhkan molases untuk fermentasi hijauan atau pemrosesan limbah kotoran sapi, hubungi Sapi Bagus Academy melalui WA: 0821-1902-7681.

Sumber Artikel:

Agriland – “Excellent Grazing Conditions as St. Patrick’s Day Approaches”
https://www.agriland.ie/farming-news/excellent-grazing-conditions-as-st-patricks-day-approaches/

Bagikan: