Pengurangan Jejak Karbon dalam Peternakan Sapi Potong. Sebuah studi terbaru oleh Rothamsted Research menunjukkan bahwa dampak iklim dari peternakan sapi berbasis padang rumput di Inggris dapat dikurangi hingga 26% tergantung pada intervensi mitigasi yang diterapkan.
Penelitian ini dilakukan di North Wyke Farm Platform di Devon, sebuah peternakan penelitian dengan 30 ekor sapi, menggunakan berbagai strategi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sistem produksi sapi potong berbasis rumput.
Hasil studi ini penting bagi peternak yang ingin meningkatkan efisiensi produksi daging sapi sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Intervensi Mitigasi untuk Mengurangi Emisi
Penelitian ini mengevaluasi berbagai metode mitigasi yang dapat menurunkan jejak karbon dalam produksi sapi potong, antara lain:
‘1. Penggunaan Inhibitor Nitrifikasi
Inhibitor nitrifikasi dapat mengurangi jejak karbon produksi daging sapi hingga 7,5%. Zat ini membantu mengurangi emisi nitrous oksida dari tanah, yang merupakan salah satu gas rumah kaca utama dalam pertanian.
‘2. Penanaman Semanggi Putih (White Clover)
Penggunaan tanaman legum seperti semanggi putih dapat mengurangi jejak karbon hingga 12%. Tanaman ini mampu mengikat nitrogen dari atmosfer, sehingga mengurangi kebutuhan akan pupuk sintetis yang menghasilkan emisi tinggi.
‘3. Pengolahan Kotoran Ternak dengan Metode Anaerobic Digestion (AD)
Metode ini adalah yang paling efektif, dengan potensi pengurangan emisi hingga 26%. Anaerobic digestion mengubah kotoran ternak menjadi biogas, yang dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan, sekaligus mengurangi emisi metana.
Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa mengurangi kepadatan ternak hingga 50% dapat berdampak negatif pada efisiensi produksi, karena total emisi tanah tetap, sementara produksi daging sapi menurun. Dalam skenario ini, jejak karbon per kilogram bobot sapi justru meningkat sebesar 24,5% dibandingkan dengan baseline.
Kunjungi juga:
TokoSapibagus.com | Menjual segala kebutuhan produk pakan, obat-obatan ternak hingga aksesoris perlengkapan peternakan.
Dampak Emisi Peternakan Sapi di Inggris
Menurut Rothamsted Research, sektor pertanian di Inggris menyumbang sekitar 10% dari total emisi gas rumah kaca nasional, dengan produksi ternak menyumbang 56% dari angka tersebut.
Studi ini menunjukkan bahwa sapi potong berkontribusi terhadap 30-40% dari total emisi peternakan. Oleh karena itu, optimalisasi strategi mitigasi sangat diperlukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri daging sapi.

Asma Jebari, peneliti utama dalam studi ini, menyatakan:
“Kami percaya bahwa ada potensi besar untuk mengurangi jejak karbon peternakan sapi hanya dengan mengadopsi beberapa atau semua intervensi ini. Temuan kami juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan emisi di luar batas peternakan, serta melaporkan kandungan karbon organik dalam tanah saat mengevaluasi dampak lingkungan dari praktik pertanian.”
Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa masih diperlukan analisis lebih lanjut dan uji coba lapangan untuk menilai kelayakan jangka panjang dari metode mitigasi ini.
Peluang dan Tantangan untuk Peternak Sapi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengadopsi praktik peternakan yang lebih berkelanjutan, peternak dapat:
- Mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 26%
- Meningkatkan efisiensi produksi sapi potong
- Mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetis dan energi fosil
Namun, tantangannya adalah memastikan bahwa strategi mitigasi ini tidak mengorbankan produktivitas atau meningkatkan biaya produksi secara signifikan.
Untuk itu, para peternak yang ingin menerapkan sistem peternakan berkelanjutan perlu mendapatkan pelatihan dan bimbingan profesional agar dapat mengoptimalkan metode mitigasi yang paling sesuai dengan kondisi mereka.
Kunjungi juga:
TokoSapibagus.com | Menjual segala kebutuhan produk pakan, obat-obatan ternak hingga aksesoris perlengkapan peternakan.
Tertarik Mempelajari Strategi Peternakan Berkelanjutan?
Sapi Bagus Academy menyediakan pelatihan lengkap bagi para peternak yang ingin meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan sapi mereka.
Hubungi kami melalui WhatsApp: 📞 0821-1902-7681 untuk informasi lebih lanjut!
Sumber: Artikel asli dari Agriland oleh Laura McNamara, “Study: Climate impact of UK beef cattle could be reduced by 26%”
URL: https://www.agriland.ie/farming-news/study-climate-impact-of-uk-beef-cattle-could-be-reduced-by-26/

