Gejala Heat Stress pada Sapi
Gejala heat stress dapat dibagi menjadi yang terlihat dan tidak terlihat. Sapi yang mengalami heat stress akan merapat satu sama lain, terlihat gelisah, dan cenderung menyerang secara tiba-tiba. Panting atau bernafas cepat dengan mulut terbuka, gemetar, dan peningkatan konsumsi air juga merupakan gejala yang mudah teramati. Namun, ada pula gejala yang tidak terlihat, seperti rendahnya kadar pH di dalam rumen sapi, berkurangnya motilitas mikroba di dalam rumen, dan gangguan pada produksi hormon reproduksi.
Dampak Heat Stress
Heat stress dapat berdampak serius pada kesejahteraan sapi. Meningkatnya frekuensi nafas, suhu tubuh yang tinggi, dan penurunan aliran darah ke seluruh tubuh menyebabkan penurunan nafsu makan, produksi susu yang menurun, serta aktivitas dan performa reproduksi yang merosot.
Mencegah Heat Stress
Untuk mencegah heat stress, langkah-langkah berikut dapat diambil:
- Pastikan ketersediaan air yang cukup di tempat yang sesuai.
- Jaga agar kandang dalam kondisi sejuk dan bersih.
- Berikan atap atau naungan pada kandang.
- Sediakan ventilasi yang memadai, termasuk opsi saluran ventilasi bawah tanah.
- Sesuaikan pakan dengan memberikan pakan tambahan dan obat, jika diperlukan.
Meskipun upaya ini memerlukan modal yang besar, terutama bagi feedloter yang sudah besar, peternak dapat melakukan penyeleksian jenis sapi yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Ini membantu memitigasi risiko heat stress pada sapi yang dipelihara.
Mengatasi Heat Stress Pada Sapi
Jika sapi sudah mengalami heat stress, penanganan yang tepat sangat penting. Pemberian obat seperti provit, premix, dan vitamin B-complex dapat membantu memulihkan kondisi sapi yang terpengaruh. Pendekatan ini perlu diambil dengan hati-hati dan sesuai dengan panduan yang disarankan oleh ahli peternakan.
obat-obatan hewan ternak bisa dipesan di sini




