Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Mewabah Kembali

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kembali mewabah,Berikut Data nya

Penyebaran Wabah PMK

Wabah PMK kembali meningkat sejak Desember 2024, menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, babi, dan kerbau.

Pada 28 Desember 2024 – 9 Januari 2025, total kasus PMK mencapai 14.630 ekor sapi:

  • 123 ekor dipotong paksa.
  • 338 ekor mati.
  • Rata-rata ada 349 ekor terjangkit setiap hari.

Penyebaran meliputi:

  • 7 provinsi, 50 kabupaten/kota, 152 kecamatan, dan 286 desa.
  1. Penyebab Wabah Kembali
  • Pelonggaran aturan impor dari berbasis negara menjadi berbasis zona sejak 2016.
  • Hewan dari zona bebas PMK diizinkan masuk meski masih ada wabah di bagian lain negara asalnya.
Kunjungi juga:
TokoSapibagus.com |  Menjual segala kebutuhan produk pakan, obat-obatan ternak hingga aksesoris perlengkapan peternakan.

Dugaan penyebab lain dari PMK

  • Virus PMK masuk melalui impor hewan selundupan.
  • Aturan vaksinasi yang tidak berkelanjutan, sehingga kekebalan sapi tidak optimal.
  1. Dampak Ekonomi dan Peternak

Wabah ini mengakibatkan kerugian besar, termasuk:

  • Penurunan produktivitas sapi (berat badan dan produksi susu).
  • Biaya pengendalian dan pengobatan sapi terjangkit.
  • Peternak meminta ganti rugi kepada pemerintah atas sapi yang dipotong paksa.

Upaya Pemerintah Mengendalikan PMK

  1. Data pengendalian hingga Januari 2025:

  • 32.617 dosis vaksin telah diberikan.
  • 10.530 ekor sapi mendapatkan pengobatan.
  • 605 lokasi dilakukan disinfeksi.
  • 1.075 lokasi mendapatkan edukasi.
  • 320 lokasi dilakukan investigasi.

Pembagian zona pengendalian PMK:

Zona pemberantasan:

  • Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat.

Zona pengendalian:

  • Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.

Zona pencegahan:

  • Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua.

Target vaksinasi pada 2025:

  • Zona pengendalian: 6,73 juta dosis.
  • Zona pemberantasan: 13 juta dosis.
  1. Fakta Sejarah PMK di Indonesia

Bebas PMK sejak 1986:

Pemerintah berhasil memberantas PMK pada 1983-1988 dengan biaya US$ 1,66 miliar.

Wabah muncul kembali pada April 2022, yang diduga karena pelonggaran aturan impor atau penyelundupan hewan.

Wabah PMK menjadi tantangan besar bagi peternakan di Indonesia. Langkah pencegahan seperti vaksinasi yang berkelanjutan, edukasi peternak, dan pengawasan impor hewan harus dilakukan secara konsisten untuk mengendalikan penyebaran virus ini.

Butuh informasi lebih lanjut tentang vaksin atau obat PMK? Hubungi 0821-1902-7681 untuk mendapatkan produk terbaik dan solusi kesehatan ternak Anda.

Bagikan: